39 Persen Warga Kepri Belum Imunisasi MR

Tanjungpinang - Dinas Kesehatan mencatat 39 persen dari 630 ribu orang yang bermukim di Provinsi Kepulauan Riau belum imunisasi Maesles dan Rubella (MR). "Mereka potensial diserang virus MR," kata Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Jumat (4/1). Ia mengatakan vaksinasi MR telah dihentikan sejak 31 Desember 2018. Hasilnya jauh di bawah target. Kemungkinan kebijakan itu akan diperpanjang pemerintah pusat.

Sebagai bahan evaluasi, kata dia  perrsoalan mendasar yang terjadi di Kepri terkait ketidakpercayaan kelompok tertentu terhadap vaksin MR, dan dorongan dari aparat pemerintahan di tingkat kecamatan, kelurahan dan pedesaan yang masih rendah. Masih banyak pula kepala sekolah dan guru yang menolak imunisasi MR sehingga petugas tidak dapat memberikan vaksin itu kepada pelajar. Pernah dengan camat, lurah, kades bersama-sama mendorong warga untuk diimunisasi MR? Saya pikir sangat jarang kita dengar," katanya.

Dinkes Kepri, kata dia tidak memiliki kapasitas untuk mempengaruhi warga agar bersedia disuntik vaksin MR. Petugas Dinkes Kepri hanya mampu menjelaskan persoalan teknis dan melakukan pekerjaan teknis. Dinkes itu hanya subsistem, yang hanya mampu untuk urusan teknis. Yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi itu aparat yang dekat dengan warga, tokoh masyarakat dan tokoh agama," tuturnya.(asikk 1)