BPS : Desember 2018 Kepri Inflasi 1,15 Persen

Tanjungpinang - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Kepulauan Riau pada Desember 2018 terjadi inflasi sebesar 1,15 persen, akumulasi dari inflasi di Batam 1,2 persen dan Tanjungpinang 0,85 persen. Kepala BPS Kepri Zulkipli, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, inflasi di Kepri terjadi lantaran ada kenaikan indeks harga konsumen dari 134,95 pada November menjadi 136,50 Desember 2018. Sementara inflasi tahun kalender (Januari - Desember 2018), dan inflasi tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 3,47 persen. "Kota Batam dan Kota Tanjungpinang dari 80 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia menduduki peringkat ke-10 dan ke-21," katanya.

Sementara berdasarkan perkembangan indeks harga konsumen, kata dia inflasi di Kepri disebabkan kenaikan harga 54 dari 339 komoditas yang mempengaruhi inflasi di Batam, sementara harga 48 komoditas lainnya, turun. Kondisi berbeda terjadi di Tanjungpinang, ibukota Kepri. Harga 59 dari 341 komoditas atau barang kebutuhan masyarakat, naik. Sedangkan harga  29 komoditas lainnya, turun. 

Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun indeks harga konsumen di Kepri, inflasi pada Desember 2018 disebabkan oleh naiknya indeks lima kelompok yakni kelompok bahan makanan naik sebesar 0,76 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik sebesar 0,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik sebesar 0,03 persen, kelompok andang naik sebesar 0,19 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 4,59 persen. Sebaliknya, kelompok kesehatan justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,02 persen. "Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks," ucapnya.(asikk 1)