Lima Sekolah Karimun Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional

KARIMUN,DISKOMINFO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karimun, akan meningkatkan program Adiwiyata di lingkungan sekolah guna menanamkan rasa cinta lingkungan bagi kalangan pelajar. "Alhamdulilah 2018 ini lima sekolah di Kabupaten Karimun berhasil memperoleh penghargaan Adiwiyata tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ke depan harus kita tingkatkan lagi," kata Kepala DLH Kabupaten Karimun Ir. Eriadi M.Mpub saat menghubungi Haluan Kepri dari Gedung Whana Bakti KLHK Jakarta, Jumat (21/12).

Dilansir Haluan Kepri, Ir. Eriadi hadir mendampingi Drs Agus mewakili Kepala Dinas  Lingkungan Hidup Provinsi Kepri, M Dali Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dan Bakri Hasyim Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, menerima penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri kepada 396 sekolah yang dinilai peduli lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di antara sekolah yang mendapat penghargaan pada Jumat (21/12), ada 279 sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional dan 117 sekolah mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri.

Lebih lanjut, menurut Ir. Eriadi, tujuan program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik. "Program ini dimaksudkan untuk mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Program ini komitmen yang tinggi dalam menerapkan pendidikan lingkungan hidup dalam aktivitas di sekolah," katanya.

Diakui Eriadi, kelima sekolah yang menerima penghargaan Adiwyata tingkat Nasional  di antaranya SDN 2 Karimun, SMPN 1 Karimun, SMPN 3 Tebing, SMA 4 Karimun dan  SMAN 1 Karimun. Kelima sekolah tersebut dianggap mampu melibatkan semua elemen sekolah untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran yang berbasis lingkungan hidup. "Tidak hanya guru dan murid, tapi juga masyarakat di sekitar lingkungan sekolah ikut terlibat dalam program itu," katanya.

Menerapkan sekolah Adiwiyata secara optimal dan efisien memang membutuhkan proses yang tidak mudah. "Tidak cukup dengan penghijauan saja, sekolah harus memiliki media bercocok tanam untuk beragam jenis tumbuhan seperti tanaman apotek hidup, hidroponik dan lainnya," katanya. Eriadi menargetkan pada tahun 2019, sekolah yang ada di Kabupaten Karimun menjalankan program Adiwiyata secara utuh dan menyeluruh. “Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, dan mereka merespon dengan baik. Meskipun tidak menyeluruh, tetapi bisa dimulai dari yang paling kecil,” ucapnya. Adapun Eriadi menjelaskan, maksud dari yang paling kecil adalah penataan lingkungan seperti taman dan juga toilet. “Setelah taman dan toilet sudah dibenahi, baru kemudian tahap selanjutnya seperti perpustakaan dan juga penerapan kurikulum,” pungkasnya. Eriadi juga memaparkan beberapa langkah strategis yang telah diterapkannya pada tahun 2018 sehingga berbuah manis 5 sekolah dapat penghargaan Adiwiyata tingkat nasional, yakni membentuk tim pembina dan tim penilai sekolah Adiwiyata dengan melibatkan instansi terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kandepag.

Seperti diketahui, sekolah-sekolah yang dibina dan dinilai mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK dimulai tahun 2017 dan 10 sekolah berhasil utk menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten. Selanjutnya dari hasil penilaian tim penilai dari Propinsi Kepri  pada tahun 2017 untuk Kabupaten Karimun 7 sekolah berhasil meraih penghargaan dari Gubernur Kepri “Kedepan tentunya 2019 ini kita berharap peran penting dan koordinasi dari semua pihak terkait untuk bersama-sama mewujudkan sekolah berbasis lingkungan bersih. Ini pesan langsung yang disampaikan oleh Bapak Bupati kepada kita bersama,” ujar Eriadi.(SN)