Dinkes Batam Imbau Warga Waspada Beli Kosmetik

BATAM,DISKOMINFO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam imbau warga Batam khususnya perempuan untuk berhati- hati dalam memilih peralatan komestik yang akan digunakan. Hal ini mengingat masih ditemukannya kosmestik ilegal di Batam.

Dilansir Batam Pos, Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardjadi mengatakan hingga saat ini masih banyak kosmetik yang kosmetik yang beredar dan itu tidak mengantongi izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). “Masih banyak sekali. Dan itu mengandung bahan yang berbahaya,” sebutnya, Selasa (18/12).

Ia menjelaskan, kaum perempuan sangat mudah tergoda dengan hasil akhir yang ditampilkan kosmetik tanpa mengetahui kandungan dalam kosmetik tersebut. Seperti pemutih yang banyak beredar dan mengandung bahan berbahaya seperti mercuri. “Maunya yang instan dan murah. Sehingga tidak memperhatikan label keamanannya,” ujarnya.

Didi tidak menapik peran media sosial menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pecinta komestik terpengaruh. Saat ini sangat banyak produk kosmetik dari luar di jual online. “Dan itu mempengaruhi pecinta komestik di Batam. Jadi mereka sangat cepat responnya, tanpa memperhatikan kesehatan kulit mereka,” lanjutnya.

Didi menambahkan pengguna kosmetik harus memahami isi-isi kandungan yang ada di dalamnya. Kaum hawa, terutama ibu-ibu, diminta tidak sembarang membeli make up yang dapat membahayakan kulit. “Yang paling harus diperhatikan, tentu labeling. Kalau sudah ada label Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), berarti sudah lolos pemeriksaan,” ungkapnya.

Diakui Didi, masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan kosmetik-kosmetik berbahaya yang tersebar di pasaran. Selain itu, para penjual juga perlu diberikan edukasi sehingga tidak sembarangan menjual kosmetik. “Banyak sekarang salon-salon kecantikan yang membeli kosmetik dari luar Negeri, seperti Singapura. Mungkin dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika sudah lolos. Tapi kan perlu lolos BPOM juga,” paparnya.

Adapun kandungan berbahaya pada kosmetik yang harus diwaspadai, yakni kandungan merkuri. Kandungan ini, biasa teridentifikasi di kosmetik pemutih kulit. Kandungan merkuri merupakan zat dengan unsur logam berat yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. “Kalau diserap pembuluh darah, tentu akan meracuni organ tubuh. Kulit bisa terkena kanker,” katanya.

Merkuri dalam krim pemutih kulit, diketahui dapat menyebabkan kulit ruam, perubahan warna kulit, terbentuknya jaringan parut, dan berkurangnya ketahanan kulit terhadap infeksi bakteri dan jamur. Sementara efek samping utama dari merkuri anorganik yang terkandung dalam sabun dan krim pencerah kulit, bisa sebabkan kerusakan ginjal. “Makanya kami imbau agar berhati-hati. Jangan asal membeli kosmetik,” ujarnya.(SN)