BPOM Kepri Musnahkan Obat Dan Makanan Ilegal

BATAM,DISKOMINFO - Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Kepulauan Riau (BPOM Kepri) memusnahkan obat, kosmetik dan makanan ilegal senilai Rp4,7 miliar yang disita selama tahun 2018.

"Sebanyak 418.316 kotak obat dan makanan yang dimusnahkan, terdiri dari kosmetik sebanyak 3.267 jenis atau obat 131.818 jenis. Itu obat tradisional, kosmetik dan suplemen kesehatan yang membahayakan," kata Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan, di Batam, Selasa.

Ia merincikan nilai ekonomis dari kosmetik ilegal sebesar Rp2,2 miliar.
Sementara pangan merupakan jumlah terbesar kedua yang dimusnahkan, dengan jumlah 479 jenis atau sebanyak 51.309 kotak.

"Nilai pangan yang kita musnahkan sebesar Rp1.653.555.000," ujarnya.

Obat tradisional yang dimusnahkan sebanyak 115 jenis atau sekitar 130.932 kotak, dengan nilai ekonomi Rp302,2 juta.

"Sementara jenis obat ada sembilan item atau sekitar 104.257 kotak dengan nilai Rp302, 2 juta," katanya. 

Pada kesempatan itu pihaknya juga memusnahkan suplemen kesehatan sebanyak empat item atau sekitar sembilan pieces dengan nilia ekonomi Rp500 ribu. 

Yosef mengatakan pedagang yang menjual obat dan makanan ilegal dapat dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang kesehatan pasal 142.

"Dengan ancaman pidana paling lama dua tahun dan denda Rp4 miliar, serta dapat dijerat dengan UU Nomor 36 Thaun 2009 tentang kesehatan pasal 197 dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar," paparnya.

Kata dia, dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat agar memilih dan menggunakan obat serta makanan yang bermutu pihaknya selalu melakukan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE). 

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat bijak dan cerdas dalam emmiliki obat dan makanan untuk dikonsumsi dengan selalu melakukan cek KLIK.

Cek KLIK ini artinya cek kemasan, label, izin edar dan kadaluarsa," ujarnya. 

Selain itu kata dia, apabila masyarakat menemukan hal yang mencurigakan dapat menghubungi unit layanan pengaduan konsumsn balai POM Batam di (0778) 761543 atau ke 082169661979.(Asikk1)