Provinsi Kepri Lahirkan Generasi Qurani

BATAM,DISKOMINFO - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengapresiasi keberadaan pondok tahfizh yang tumbuh luar biasa bak cendawan di musim hujan. Tentu ini suatu yang sangat membanggakan, karena nantinya akan banyak lahir para penghafal quran.

“Para penghafal Quran menjadi keganggan kita semua.  Provinsi Kepri bangga manakala warganya menjadi masyarakat yang  qurani. Mereka cinta senang dan mengerti  Alquran,” kata Gubernur saat menggelar Silaturahim Wali Santri Rumah Tahfiz Baitul Quran Batam dan Penyerahan SK Pondok Pesantren Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Batam di Bengkong, Minggu (16/12).

Gubernur melanjutkan, agar segenap orang tua jangan ragu mendidik anaknya ke pesantren. Karena begitu banyaknya nilai positif, manaka mereka dititipkan proses belajar mereka ke pesantren. “Anak-anak tidak hanya belajar umum saja, tapi juga mengerti agama,” jelasnya.

Provinsi Kepri juga memiliki keinginan agar disetiap masjid para imamnya adalah penghafal  Alquran. Gubernur yakin semua itu akan terwujud. “Jika sebagian masjid saat ini telah memiliki imam hafiz quran, maka kedepan semua masjid di Kepri imamnya harus hafiz quran,” kata Gubernur.

Lebih lanjut, Pengasuh Rumah Tahfizh Baitul Quran Fatimatuz Zahro menjelaskan kalau model pembelajaran di tempat  yakni memberikan pengajaran pendidikan haflah quran. Santri biasanya akan mulai belajar kesini selepas bersekolah di pendidikan formal.

Para santri akan belajar haflah  quran  dengan sistem menyetor hafalan dan ber murojaah. Rumah tahfiz akan memulai memberikan pembelajaran  pagi hari ba’da Subuh dan kembali melanjutkan belajar ba’da Maghrib. Tidak itu saja santri juga belajar ilmu lain seperti fiqih dan lain sebagainya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Batam Erizal Abdullah mengapresiasi keberadaan rumah tahfizh sebagai pencetak generasi qurani. Generasi ini adalah generasi yang paling beruntung karena menjadi penjaga dan penghafal quran.(SN)