Wagub Yakin Golf Kepri Penyumbang Atlet Serta Devisa Negara

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kepri, yang juga Wakil Gubernur Kepri, H. Isdianto menargetkan olahraga Golf di Kepri bisa menyumbang devisa terbesar untuk pariwisata dan penghasil atlet berprestasi tingkat dunia. Dua hal tersebut menjadi tekad sekaligus program utama  Isdianto selaku Ketua Pengprov Golf Kepri terpilih  periode 2019 – 2024 yang disampaikan pada Turnament Golf Gubernur Kepri 2018, Minggu (16/12) di Ballroom Palm Spring  Golf & Country Club, Batam.

“Caranya harus membuat turnament lebih banyak lagi. Namun, agar bisa membuat golf menjadi event yang mendatangkan wisatawan, tahu akan seluk-beluk dunia golf saja tidaklah cukup. Diperlukan pula keberanian dalam permodalan serta manajemen pengelolaan acara yang profesional. Dan untuk ini semua Bapak Gubernur Kepri sangat mendukung penuh,” jelas Wagub yang terpilih secara aklamasi ini.

Selaku Wakil Gubernur Kepri, Isdianto menyampaikan bahwa selama ini sejumlah cabang olahraga  sudah menjadi tambang bagi dunia pariwisata. Lewat kejuaraan, pelancong mancanegara berduyun datang ke negara  tuan rumah. Untuk Kepri, para pegolf internasional memuji lapangan golf yang ada di Batam dan Bintan. Para pegolf nasional dan internasional mengatakan lapangan golf Batam – Bintan merupakan syurga lapangan golf.

“Saya sadar sekali dengan potensi olahraga golf ini. Makanya menjadi target saya. Kita akan buat turnament-turnamen yang lebih besar lagi. Kita targetkan bersama-sama agar olahraga golf Kepri bisa menjadi penyumbang devisa kedua terbesar dan sebagai penghasil atlet-atlet golf dunia. Kita lakukan bersama-sama. Dukungan masyarakat dan semua stake holder sangat saya perlukan” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Umum Pengprov PGI Kepri yang juga anggota DPRD Kepri Asmin Patros menambahkan pelaksanaan  turnament bertujuan tidak hanya sekadar untuk  keramaian. “Tetapi seperti yang disampaikan Pak Wagub yang juga  Ketua Pengprov PGI tadi, tujuan utamanya adalah menarik banyaknya datang wisatawan. Dan semua nya harus dikemas secara seksama, bukan hanya di pemberitaan media massa, tetapi kita juga akan gunakan media sosial,”  tukasnya.(SN)