Warga Anambas Wujudkan Desa Pariwisata

ANAMBAS,DISKOMINFO - Warga Desa Wisata Mampok, Kecamatan Jemaja Anambas ramai-ramai gotong royong mengecat rumah berwarna-warni. Tak ketinggalan Kepolisian Sektor (Polsek) Jemaja, juga ikut terlibat membantu warga di Dusun Atap.

Dilansir Haluan Kepri, Kapolres Anambas AKBP Junoto. melalui  AKP Fery Kuswanto, mengatakan pihaknya siap sedia dalam mendorong dan ikut bersama mengembangkan desa wisata. "Kita ikut bergotong royong bersama masyarakat dalam rangka mewarnai rumah warga yang akan dijadikan kampung Pelangi," Ujar Fery, Minggu (16/12).

Perwira polisi berpangkat AKP itu menuturkan, kegiatan sendiri dimulai sejak tanggal (13/12) hingga selesai pengecatan. Pihaknya bergabung bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Untuk pertama kali dilakukan sebanyak 6 rumah. "Akan banyak rumah yang akan kita cat nanti, tergetnya dijadikan kampung pelangi sebagai salah satu destinasi desa wisata,"bebernya. Selain Anggota Polsek tambah dia, ikut dalam pengecatan itu, yakni Koramil Jemaja, Posal Jemaja, masyarakat dusun Atap. Anggarannya sendiri bersumber dari APBDes dan Medco Energi.

Sementara itu, Parman, salah seorang warga dusun Atap mengaku sangat senang dan bangga dengan kepedulian semua pihak dalam mempercantik rumah warga dengan dicat warna-warni. "Kami sebagai warga di sini cukup bangga dan kami apresiasi hal tersebut," sampainya.

Parman menambahkan, kegiatan positif seperti ini harus sering dilakukan dan selain dilakukan pengecatan pihaknya berharap bantuan lainnya seperti pembinaan terhadap masyarakat tentang bahasa asing atau bantuan sejumlah peralatan kerajinan dan pembinaan terhadap seni budaya yang lebih baik lagi. "Sekali lagi kita selaku masyarakat butuh perhatian dan pembinaan itu yang lebih penting," tegasnya.

Masih kata dia,  sejauh ini pihak Polsek Jemaja cukup sangat perduli terhadap kegiatan-kegiatan semacam ini. Sebelumnya anggota polsek, Koramil dan Posal pernah juga menggelar kegiatan bersih sampah di pantai dan itu langkah baik sebagai contoh kepada masyarakat. "Terkadang kami merasa malu juga, kependulian semacam ini yang harus ditiru dan diterapkan di setiap desa. Budaya gotong royong itu penting dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi pastinya," imbuhnya.(SN)