Ketua LKKS Kepri Buka Pelatihan Wanita Imigran

BATAM,DISKOMINFO - Pembina Batik Girl for ASEAN yang juga Ketua LKKS (Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial) Kepri dan Istri Gubernur Kepri, Hj.Noor Lizah Nurdin Basirun, membuka secara resmi kegiatan  pembuatan baju boneka Batik Girl SM refugees (wanita imigran) di Hotel Kolekta, Batam, Kamis (13/12). Kegiatan tersebut untuk mengisi waktu para imigran wanita dengan kegiatan bermanfaat  yang bisa digunakan saat sampai di negara tujuan pengungsian nanti.

Pelatihan ini juga sebagai salah satu bentuk terapi bagi para imigran wanita ini. Sebelum mereka dilatih membuat pakaian boneka batik, dilakukan dulu kegiatan terapi oleh psikolog yang kami datangkan dari Singapura. Suasana jauh dari daerah asal dengan status sebagai pengungsi pasti menimbulkan beban psikologis bagi wanita-wanita ini,” jelas Noor Lizah, Kamis (13/12) di Hotel Kolekta Batam.

Pelatihan yang bekerjasama dengan Organisasi Kemanusiaan  IOOM (International Organization Of Migration) tersebut berlangsung selama dua hari, 13 – 15 Desember 2018, bertempat di Hotel Kolekta dimana para imigran dan keluarganya tinggal.

Saat sampai di lokasi, para imigran wanita yang berasal dari sembilan negara tersebut sedang berlatih membuat pola baju boneka Batik Girl. Kehadiran Noor Lizah disambut dengan ekspresi gembira. Mereka tak henti-hentinya tersenyum dengan mata berbinar melihat kehadiran “good mother” yang mereka sebut untuk Noor Lizah.

Sebelum membuka pelatihan, Noor Lizah sempat bercengkrama dengan anak-anak para imigran.  Noor Lizah dengan gaya khas keibuan dan candaannya menggoda anak-anak yang lucu-lucu, cantik dan ganteng. Anak-anak imigran dipeluk-peluk dan diajak berdialog. Candaannya diakhiri dengan membagi-bagi es krim.

Disela-sela kegiatan, beberapa imigran sempat curhat dengan menyebutkan beberapa kendala yang dihadapi anak-anak.mereka dalam bidang pendidikan. Selain anak-anak mereka butuh sekolah dari SD – SMA, juga perlu melanjutkan ketingkat perguruan tinggi. Menanggapi hal tersebut, Noor Lizah berjanji menyampaikan curhat imigran tersebut ke Guburnur Kepri. “Nanti saya sampaikan ke Bapak Gubernur permasalahan yang dihadapi. Saya juga nanti tukar pikiran dengan Bapak untuk ide-ide saya agar bisa sedikit banyak mengatasi masalah ini,” tutur Noor Lizah.

Lebih lanjut, Founder Batik Girl Lusia Kiroyan, mengatakan, kerjasama dengan IOOM tersebut juga untuk memenuhi target pembuatan 1000 boneka Batik Girl for ASEAN. Boneka tersebut akan dibagikan secara gratis kepada anak-anak penderita kanker dan disabilitas se-ASEAN. “Selain memberdayakan para Napi wanita, kita juga memberdayakan para imigran wanita ini. Tujuannya adalah memberikan skill tambahan bagi mereka, disamping untuk memenuhi misi sosial bagi-bagi gratis Boneka Batik untuk anak-anak penderita kanker dan disabilitas se-ASEAN,” tuturnya. Adapun sembilan negara asal imigran itu antara lain Sudan,  Somalia, Irak, Afganistan, dan Euthopia.(SN)