BMKG Kepri Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BATAM,DISKOMINFO - Pasca puting beliung yang terjadi di sekitar timur laut Nongsa, Batam, Selasa (11/12) lalu, Badan Meterelogi Klimtologi dan Geofisika (BMKG) Pronvinsi Kepri mengimbau masyarakat agar tetap waspada, dikarenakan puting beliung dikategorikan cuaca ekstrim dan sulit terdeteksi pergerakannya.

Dilansir Haluan Kepri, Prakirawan Cuaca/Forecaster BMKG Stasiun Meterologi Hang Nadim Batam, Koordinator Provinsi Kepri, Asri mengatakan berdasarakan peraturan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini, pelaporan dan diseminasi cuaca ekstrem. "Kita mengimbau agar masyarakat tetap hati-hati dan waspada. Baik di laut maupun di darat dan sekitar pesisir pantai," imbau Asri ke masyarakat Batam, Rabu (12/12).

Dikatakan, fenomena puting beliung memang cukup sering terjadi di daerah sekitar pantai. Serta kejadian puting beliung sangat lokal sekali, artinya daerahnya sangat kecil/sempit dan durasinya singkat.

Dijelaskan Asri, fenomena Angin puting beliung adalah angin kencang yang berputar yang keluar dari awan Cumulonimbus dengan kecepatan lebih dari 34,8 (tiga puluh empat koma delapan) knots atau 64,4 (enam puluh empat koma empat) kilometer (km)/jam dan terjadi dalam waktu singkat. Bahkan pergerakan puting beliung sulit diamati. (hanya terlihat secara visual/mata langsung) sedangkan pergerakan awan Cumulonimbus masih bisa dideteksi dari citra satelit dan radar cuaca.

Menurutnya fenomena puting Beliung tersebut terjadinya tidak secara beruntun. "Tidak, tergantung dari tingkat kematangan awan cumulonimbus," ujarnya. Namun demikian, prakirawan cuaca BMKG tersebut, tetap menghimbau agar masyarakat tetap waspada. "Pasca puting beliung tersebut kita tetap imbau masayarakat tetap waspada," singkatnya.(SN)