Karimun, TPID Terbaik Kepri 2018

BATAM,DISKOMINFO - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karimun menerima penghargaan sebagai TPID Terbaik Tingkat Provinsi se-Kepulauan Riau  dalam  acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau 2018 di Grand Ballroom, Hotel Radisson, Kota Batam, Selasa (4/12).

Dilansir Haluan Kepri, penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BI Perwakilan Kepri, Gusti Rizal Eka Putra kepada Asisten II Sekretaris Daerah Karimun bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sensissiana.

Prestasi diatas berhasil dicapai berkat strategi, peran aktif, dan sinergi pengendalian inflasi di Provinsi Kepri yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun, segenap instansi terkait, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri.

“Syukur Alhamdulillah, kita kembali mendapatkan penghargaan terbaik di Provinsi Kepri dari dari Bank Indonesia Perwakilan Kepri. TPID Pemkab Karimun dinilai telah berhasil menjaga inflasi yang rendah dan stabil dalam beberapa tahun belakangan ini,” ujar Bupati Karimun, Dr Aunur Rafiq, Senin (3/12).

Rafiq mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya menjaga laju inflasi di Kabupaten Karimun dengan cara menjaga stabilatas harga dan ketersediaan bahan pokok serta menjaga ekspektasi masyarakat.

Sebagai Ketua TPID Kabupaten Karimun, Rafiq meminta TPID Karimun bersama stakeholder untuk bekerjakeras dalam menjaga tingkat inflasi rendah dan stabil di dua momen besar tersebut.

“TPID Kabupaten Karimun akan memperhatikan arahan bapak Presiden mengenai peningkatan perekonomian dan pengendalian inflasi melalui penyusunan roadmap pengendalian inflasi Kabupaten Karimun yang merujuk pada empat hal penting dalam pengendalian inflasi di daerah, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, komunikasi efektif yang saat ini sedang disusun Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karimun,” kata Rafiq.

Selanjutnya, Rafiq menjelaskan raihan TPID ini merupakan bukti bahwa usaha Pemkab Karimun dalam mengendalikan inflasi berhasil. Dan penghargaan ini akan terus menjadi motivasi ke depan bagi Pemkab Karimun.

"Raihan penghargaan inj dapat menjadi motivasi ke depannya dalam meningkatkan kinerja bersama stakeholder terkait dalam pengendalian inflasi didaerah," kata Rafiq.

Disebutkannya, Pemkab Karimun dalam mengendalikan inflasi di daerah, lanjutnya, tidak luput dari dukungan semua pihak, baik itu Camat/Lurah, Bulog, Bank Indonesia, serta stakeholder terkait. Bahkan dalam mengendalikan inflasi tetap terjaga, semua pihak terkait selalu melakukan pengawasan dari hulu ke hilir.

"Dari hulu ke hilir yang dimaksudnya, yakni agar tersedianya kebutuhan pangan kepada masyarakat di daerah dengan meningkatkan produksi pertanian. Kemudian, kelancaran trasnportasi juga diperhatikan agar distribusi tidak terganggu. Lalu, menjaga harga pasar tetap stabil, supaya tidak ada kenaikan harga yang melonjak," ujarnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setkab Karimun, Dedi Sahori mengatakan angka inflasi hasil kerjasama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun pada bulan Oktober 2018 diketahui sekitar 0,47 persen dengan IHK sekitar 131,86 persen.

“Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun hasil perhitungan bulan Oktober tahun 2018 terhadap Oktober tahun 2017 atau year on year sekitar 1,15 persen. Apabila asumsi inflasi yang terjadi sama pada bulan November dan Desember pada tahun 2017, maka inflasi year on year pada bulan Desember tahun 2018 adalah sebesar 2,14 persen,” kata Dedi.

Melihat pencapaian hingga saat ini, Dedi mengatakan, TPID Kabupaten Karimun optimistis dengan pencapaian inflasi tahun 2018 dapat melampaui target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat yaitu sekitar 3,5 persen. “Bahkan tahun ini inflasi Kabupaten Karimun lebih baik dibandingkan tahun 2017 yaitu sekitar 2,4 persen,” kata Dedi.(SN)