19 Sekolah Karimun Dapat Bantuan Rehabilitasi

KARIMUN,DISKOMINFO - Sebanyak 19 sekolah di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk rehabilitasi ruang kelas dan perpustakaan yang rusak untuk tahun anggaran 2019.

Dilansir Haluan Kepri, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun Bakri Hasyim S.Pd, SD  mengatakan setidaknya ada 17 Sekolah Dasar (SD)  dan 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Karimun pada tahun 2019 ini akan direhab, diantaranya ruang kelas, dan perpusatakaan.

"Pembangunan serta rehabilitasi sekolah ini berdasarkan hasil peninjauan oleh Dinas Pendidikan di lapangan, sekolah mana yang memang perlu dan diprioritaskan pembangunan serta perbaikannya, lalu dikirim data-data ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), " ujar Bakri Hasyim S.Pd, SD  di ruangan kerjanya, Senin (3/12).

Bakri memaparkan, timnya mensurvei dan mendata sekolah-sekolah yang kategori kerusakannya sudah rusak berat, untuk dikirimkan foto-foto beserta data kelengkapan lainnya. Pihak Kementrian PU-PR lewat Satker nya yang ada di Provinsi lah yang menyeleksi berapa jumlah disetujui. "Untuk persentase kerusakan bangunan di SD tersebut berkisar antara 40-60 persen.

Sementara seberapa besaran anggaran bantuan sekolah yang akan diterima oleh Karimun ditentukan oleh Satker PU-PL nantinya," sebutnya lagi. Sedangkan pelaksana kegiatannya, lanjut Bakri, rehabilitasi di masing-masing sekolah dikerjakan secara swakelola dibawah langsung Satker PU-PL, berdasarkan petunjuk teknis kegiatan itu.

“Kita nantinya terima bersih saja, semuanya dikerjakan langsung dibawah koordinasi Satker PU-PL Provinsi Kepri. Kementrian menargetkan rehabilitasi ruang kelas yang rusak di sekolah tersebut selesai dikerjakan dalam tahun ini," ungkapnya lagi.

Bakri juga menjelaskan bentuk dukungan Kementerian PUPR dalam percepatan pembangunaan prasarana infrastruktur pendidikan adalah dengan merenovasi Sekolah Dasar (SD) dan Menengah serta Madrasah yang dalam keadaan rusak berat dan rusak sedang.

“Wujud dari kegiatan pembangunan atau renovasi prasarana infrastruktur pendidikan ini adalah terbangunnya kembali sekolah dan madrasah di wilayah 3T yaitu Terdepan, Terluar, dan Tertinggal serta desa berkembang,” papar Bakri.

Bakri menuturkan bahwa sebelum pelaksanaan konstruksi di tahun 2019 akan terlebih dahulu dilakukan proses identifikasi, verifikasi lapangan, penyiapan pengorganisasian serta penyiapan desain.

Dalam proses pelaksanaan pembangunan, kegiatan ini nantinya akan di dampingi oleh tim teknis yang terdiri atas Satker PU-PL, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Dinas Dikbud dan Dinas PUPR  yang akan terlibat mulai dari tahap persiapan, penyusunan DED, survey, tahap pelaksanaan konstruksi, pasca konstruksi hingga nanti diserahterimakan.

“Dalam rapat koordinasi nanti kita akan melakukan sinkronisasi data jumlah sekolah dan Madrasah yang akan direnovasi melalui anggaran Kementerian PUPR sehingga tidak tumpang tindih dengan anggaran daerah dengan harapan agar pembangunan dapat dilaksanakan secara efektif, diterima dan bermanfaat bagi masyarakat serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya Kabupaten Karimun,” tutup Bakri.

Bakri juga menjelaskan, untuk anggaran tahun 2019 ini Kabupaten Karimun mendapat kucuran dana pendidikan dari Pemerintah pusat ada 2 yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk bidang pendidikan tahun 2019 yang total nilainya mencapai  Rp 13.994.674.000. Alokasi DAK tersebut masing-masing untuk DAK Reguler sebesar  Rp.12.627.457.000  dan DAK Afirmasi sebesar Rp.1.367.217.000.

“Alhamduliah dari untuk tahun ini kita mendapatkan DAK pendidikan hampir tiga kali lipat dari tahun kemaren, dan tentunya kita berharap ini bisa mempercepat perbaikan mutu dan pendidikan kita di bumi berazam yang kita cintai ini,” ujar Bakri.

Selanjutnya, Bakri melaporkan untuk kucuran DAK 2018 kemaren sebesar Rp.5,2 miliar telah direalisasikan untuk pembangunan  yakni berupa pembangunan ruang kelas baru dan rehab ruang kelas baru (RKB) di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP.

“Anggaran tersebut di peruntuhkan pada rehab bangunan sekolah, ruang kelas belajar dan lainnya sesuai kebutuhan. Khusus untuk DAK Afirmasi sebesar Rp.1.367.217.000. diperuntukaan untuk pembangunan rumah dinas guru dan kepala sekolah,” ujar Bakri.(SN)