Karimun Terapkan Pajak Online

KARIMUN,DISKOMINFO - Pemerintah Kabupaten Karimun Kepulauan Riau, akan menerapkan penyetoran retribusi dan pajak dalam jaringan atau "online" untuk mengejar target pendapatan 2019 yang diproyeksi meningkat 7,43 persen dibanding 2018.

"Saya sudah minta kepada Bapenda agar menyiapkan sistem pajak online ini. Dengan sistem online diharapkan bisa mencegah terjadinya kebocoran-kebocoran. Sistem ini kan tidak bisa dibohongi," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Sabtu(1/12).

Dilansir Antara, Aunur Rafiq mengatakan, penerapan sistem pajak "online" merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah pada 2019. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 yang baru disahkan DPRD Karimun pada Jumat pekan ini, pendapatan daerah ditargetkan Rp.1,37 triliun, naik naik sebesar 7,43 persen dibandingkan 2018.

Untuk memenuhi target tersebut, kata dia, sektor pajak dan retribusi daerah masih menjadi sumber utama PAD, antara lain dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi Bangunan (PBB), pajak rumah makan, restoran dan perhotelan. "Sektor-sektor pajak ini akan kita genjot, salah satunya dengan sistem `online`," kata dia.

Bupati menegaskan, penerapan pajak "online" akan memperkecil penyimpangan karena dilakukan secara transparan. "Dan terpenting untuk mencegah kebocoran-kebocoran, atau penyetoran dari wajib pajak yang tidak sesuai dengan pendapatannya. Kita juga meminta kepada wajib pajak agar dengan jujur menyampaikan kewajibannya," katanya.

Terkait lesunya perekonomian dalam dua tahun terakhir, Aunur Rafiq mengaku tetap optimistis tidak akan mempengaruhi target penerimaan dari sektor retribusi dan pajak daerah. "Secara keseluruhan memang sepi dan memang ada terjadi penurunan. Tapi tidak ada yang tutup makan, rumah makan dan hotel-hotel tetap buka. Artinya, mereka masih bisa membiayai operasionalnya," katanya.

Namun demikian, kata Bupati, Pemerintah Daerah akan membuat berbagai kegiatan yang bisa menarik kunjungan wisatawan sehingga turut mendongkrak pendapatan rumah makan, restoran maupun hotel. "Kunjungan wisatawan sebenarnya masih cukup baik. Kita bisa lihat kapal-kapal jurusan Singapura atau Kukup, semuanya berangkat dan tidak ada pengurangan jadwal keberangkatan. Ini menunjukkan bahwa wisatawan banyak yang datang ke Karimun," tuturnya.

Selain dari sektor pajak dan retribusi, Bupati mengharapkan sumber-sumber lain diharapkan juga turut memenuhi target pendapatan pada 2019, antara lain pendapatan lain yang sah dari seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kemudian dana perimbangan dari pemerintah pusat maupun provinsi.(SN)