Walikota Tanjungpinang Imbau Masyarakat Taat Pajak

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Walikota Tanjungpinang Syahrul melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama tentang pemanfaatan sistem monitoring pajak online bersama Bank Riau Kepri dan Kabupaten / Kota lainnya yang ada di Provinsi Kepri dan provinsi lainnya di wilayah Regional Sumatra, di Hotel Planet Holiday Batam, Rabu (28/11).

Syahrul mengatakan kerjasama ini merupakan rekomendasi dari KPK agar para Kepala Daerah Kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Kepri dapat mengejar dan memacu pajak daerah serta mencegah penyimpangan dan kebocoran.

"Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya tindakan yang menyimpang dan memberikan kesempatan bagi kepala daerah untuk mengejar penerimaan pajak daerah dari para pelaku usaha wajib pajak. Maka dari itu kegiatan ini diselenggarakan," jelas Syahrul.

Dilansir Haluan Kepri, Syahrul juga mengimbau kepada masyarakat Tanjungpinang supaya benar-benar taat pajak. Karena dengan pajak pembangunan dapat terus dilakukan.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya para pelaku usaha Wajib Pajak agar taat membayar pajak. Karena dari pajak itu kita dapat bersama-sama membangun Kota Tanjungpinang tercinta," ungkapnya.

Oleh karena itu, Syahrul juga mengharapkan agar masyarakat tidak ada yang merasa keberatan dalam membayar pajak. "Karena pajak merupakan sebuah kewajiban bagi wajib pajak, kedepan juga kita akan mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi masalah untuk pajak tersebut," ujar Syahrul.

Selain itu, lanjut Syahrul, upaya untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah, pihaknya terus gencar melaksanakan sosialisasi Aplikasi pendataan dan pendaftaran pajak daerah (E-Pajak). Tujuannya, agar dapat mengoptimalkan pendapatan asli daerah khususnya sektor pajak daerah melalui BPPRD.

Dengan berupaya melakukan terobosan dan inovasi guna memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat melalui teknologi informasi. "Adapun salah satu strategi yang sudah pemerintah lakukan adalah untuk memudahkan masyarakat dalam bentuk pendataan dan pendaftaran pajak daerah secara online, dengan tujuan untuk mempermudah proses kegiatan pendaftaran pajak daerah, baik yang mandiri maupun jabatan, sehingga pelayanan pajak bisa lebih efektif dan efisien," ujarnya.

Syahrul menyatakan secara pasti pelayanan pajak secara online ini sangat banyak manfaatnya. Ada pun aplikasi sistem yang dibuat untuk 11 jenis pajak. Diantaranya pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, PPJ, mineral bukan logam dan batuan, parkir, dan lain lain.

Tentunya aplikasi ini akan mempermudah masyarakat untuk proses pendataan, pendaftaran dan perubahan terhadap proses pajak, terutama untuk pengurusan pembayaran pajak PBB.

"Kata harapkan Pajak Online dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena hampir setiap orang mempunyai handphone atau gadget, maka dari itu kami manfaatkan peluang ini untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah melalui pendataan dan pendaftaran secara online," pungkasnya.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilakukan oleh Bupati dan Walikota wilayah Regional Sumatra dan disaksikan  Ketua KPK RI, Gubernur Kepri dan Plt Gubernur Riau.(SN)