BMKG Batam Imbau Nelayan Serta Transportasi Laut Untuk Waspada

BATAM,DISKOMINFO - Gelombang laut di perairan Kepri pada akhir November 2018 berpotensi mencapai 2,5 meter. BMKG Hang Nadim, Batam mengimbau nelayan dan transportasi laut supaya waspada dan mengutamakan keselamatan. Dilansir Haluan Kepri, Prakirawan Cuaca /Forecaster BMKG Stasiun Meterologi Hang Nadim Batam, koordinator Prov.

Kepri Asri, mengatakan ini merupakan prediksi cuaca di Kepulauan Riau hingga akhir November 2018. Cuaca berpotensi hujan ringan-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini merata terjadi di seluruh wilayah Kepulauan Riau pada pagi hingga dini hari.

Dikatakan, selain potensi gelombang 2,5 meter, hujan lebat juga dapat menyebabkan penurunan jarak pandang mendatar dan kenaikan tinggi gelombang laut. Maka BMKG, kata Asri menghimbau agar nelayan yang sering beraktivitas di laut harap waspada bila terjadi hujan lebat.

Menurut dia, imbauan ini bertujuan agar kapal-kapal nelayan yang beraktivitas di laut, maupun transportasi laut agar memperhatikan resiko tinggi keselamatan ketika berlayar. "Diprakirakan kondisi ini masih akan berlangsung sampai minggu pertama bulan Desember 2018,"ujarnya.

Sementara itu dari Natuna dilaporkan, update cuaca berdasarkan pantauan citra satelit himawari-8 tanggal 27 November 2018 pukul 06.30WIB, terdapat pertumbuhan awan di wilayah Natuna bagian selatan yaitu di Pulau Tiga, Bunguran bagian selatan, Pulau Midai dan Subi sehingga berpotensi berawan hingga hujan ringan.

Update info cuaca 27 November 2018 pukul 07.00 WIB sampai 28 November 2018. Secara umum wilayah Natuna untuk hari ini (kemarin) cerah Berawan namun berpotensi hujan lokal dengan intensitas ringan.

"Prakiraan cuaca yang berpotensi hujan di pagi hari yaitu pulau Subi dan Serasan, siang/sore hari berpotensi hujan yaitu sebagian pulau Bunguran, pulau Serasan, pulau Subi, Pulau Tiga, Malam yaitu pulau bunguran bagian utara dan barat," kata  Forecaster Mitra Stasiun Meteorologi Ranai, Asrul, Selasa (27/11).

Selain itu Asrul juga menyampaikan, prakiraan keadaan pola angin di lapisan 3000 feet pada dua hari kedepan, adanya peningkatan daerah tekanan tinggi di daratan china dan adanya daerah tekanan rendah di selatan laut Natuna (di selat Karimata), sehingga pola angin kecendrungan dari arah utara hingga timur laut.

"Prakiraan untuk beberapa hari kedepan terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah utara hingga timur laut untuk wilayah perairan Laut Natuna dan mempengaruhi tinggi gelombang di perairan Natuna," ungkapnya.

Asrul berharap, masyarakat maupun nelayan selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi terjadinya awan tebal dan gelap (awan Comulonimbus) yang dapat berpotensi menyebabkan terjadinya angin kencang secara tiba-tiba. Seperti guntur disertai petir, maupun gelombang tinggi.

"Kita ingatkan agar selalu memperhatikan resiko gelombang tinggi dan potensi angin kencang dari matrik resiko angin dan gelombang. Tetap mewaspadai akan potensi cuaca buruk dari keadaan cuaca yang terjadi," pungkasnya.(SN)