Disbudpar Batam Ajukan 18 Event Crossborder

BATAM,DISKOMINFO - Menyonsong 2019, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mengajukan 18 event crossborder ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Beberapa diantaranya yaitu Deepavali (Festival Cahaya Hindu), Chinese New Year, Bajafash, dan Silaturahmi Bawean. ”Ada beberapa yang lain juga (event yang diusulkan ke Kemenpar, red).

Batam ini kan multikultur dan wisatawan yang hadir juga beragam, jadi kami coba akomodir kebutuhan mereka melalui kegiatan-kegiatan ini. Kami usulkan ke pusat melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri,” kata Pelaksana Tugas Kepala (Plt) Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, Minggu (25/11).

Dilansir Batam Pos, menurut Ardiwinata kehadiran 18 event ini tak berarti menggeser kegiatan lainnya yang menampilkan ciri khas Melayu dan budaya dari masyarakat yang berasal dari daerah lain di Batam.

Dengan beragam event ini, Pemko Batam akan meningkatkan fungsi Dataran Engku Putri sebagai ruang publik, dimana ke depan akan ada atraksi rutin setiap pekan dengan melibat pelaku pariwisata dan paguyuban di Batam. ”Kami bantu carikan sponsorship, seperti lighting dan sound system-nya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Kabag Humas Pemko Batam ini menuturkan pihaknya juga telah menyurati semua pelaku pariwisata untuk melapirkan jenis kegiatan yang akan digelar 2019 mendatang. Nanti, usulan para pelaku pariwisata itu diverifikasi untuk dijadikan kalender event 2019.

Diakuinya, keterlibatan swasta sangat penting dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata daerah. ”Swasta memang harus terlibat, termasuk peran komunitas sangat besar,” sebutnya.

Ardi mengatakan, membangun pariwisata hendaknya memperhatikan tiga hal, pertama aksesbilitas yang mumpuni di dukung inftastruktur yang memadai. Saat ini, lanjutnya, sedang digalakkan Wali Kota Batam Muhammad Rudi guna mendukung pembangunan kepariwisataan Batam dengan peningkatan dan pelabaran infrastruktur jalan.

Kalau aksesnya jelek, gimana wisman mau ke Batam. Bagian inilah, karena memang memerlukan anggaran besar, maka Pemko Batam ambil alih,” imbuhnya.

Namun demikian, dia menegaskan Pemko Batam tidak abai akan pengembangan hal yang kedua, yakni atraksi melalui event-event. ”Program yang bagus kami pertahankan dan tingkatkan, seperti Kenduri Seni Melayu, festival kampun tua dan event-event busada lain,” ujarnya.

Ketiga adalah sektor amenitas. Dia menilai Batam sudah hadir dengan amenitas yang bagus, yakni adanya penginapan berkelas.

Sementara itu, ketika disinggung terkai pencapaian kunjungan wisman tahun 2018 ini, ia mengungkapkan sudah tembus angka 1,3 juta per September lalu. Untuk itu, ia yakin angka tersebut akan terus naik hingga akhir tahun ini.

”Jadi kami sangat optimis target (kunjungan wisman, red) 1,8 juta orang tercapai,” pungkasnya.(SN)