Desa Sebong Lagoi Percontohan Desa Sadar Kerukunan

BINTAN,DISKOMINFO -  Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau (Kanwil Kemenag Kepri) menetapkan Desa Sebong Lagoi, Kabupaten Bintan sebagai percontohan Desa Sadar Kerukunan.

Desa Sebong Lagoi diresmikan Kepala Kemenag Kepri Mukhlisuddin sebagai Desa Sadar Kerukunan Kepri pada Senin (19/11), yang dihadiri
tokoh islam, kristen, katolik, hindu, buddha dan konghucu. 

Tahun 2018, Mukhisuddin mengemukakan Kemenag Kepri akan mengundang Menteri Agama RI untuk meresmikan Program Desa Sadar Kerukunan yang ada di Kepri.

Di Kepri, jata dia ada tiga desa sebagai percontohan yang masing-masing terletak di Lingga, Karimun dan Bintan. Penunjukan desa sadar kerukunan tidak datang tiba-tiba tetapi telah melalui proses monitoring yang panjang.

"Pertimbangannya antara lain karena pada desa tersebut terdapat berbagai umat beragama dan memiliki berbagai rumah ibadah semua agama,” ucapnya.
 
Ia berharap warga Desa Sebong Lagoi tetap dapat menjaga harmonisasi kerukunan yang ada. Bahkan dia berharap warga mampu menjadi pioneer kerukunan pada wilayah yang lebih luas. 

“Jangan sampai yang sudah terjadi Indonesia bagian timur beberapa tahun yag lalu terjadi di Kepri, karena itu harus dijaga dengan sekuat tenaga dengan tetap menjaga keberagaman,” ucapnya.

Sekretaris Desa Sebong Lagoi, Wiyono mengaku sangat bersyukur desanya mendapat anugerah berupa penunjukan sebagai Desa Sadar Kerukunan. Menurutnya warga desanya mampu mengemban amanah tersebut karena desa tersebut terbilang rukun dengan tingkat heterogenitas yang tinggi. 

Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Kepri, Muhammad Siddiq mengatakan desa kerukunan harus berkembang dinamis lebih jauh dari sekedar menjaga kerukunan tetapi mampu menyumbangkan kontribusi ekonomi bagi daerah.

"Kepri memiliki keanekaragaman baik budaya, suku, agama dan lain sebagainya. Semboyan Bhineka Tunggal Ika menurutnya menjadi tonggak dalam persatuan berbangsa dan bernegara sehingga kita tetap bersatu,". 
    
Ia menambahkan di era teknologi semangat persatuan semakin menipis. Di sejumlah media sosial banyak dimuat berbagai hal yang syarat dengan SARA, yang potensial mengganggu kerukunan umat beragama khususnya di Kepri.

Oleh karena itu, kata dia kerjasama instansi pemerintah baik pemda maupun instansi vertikal sangat dibutuhkan. 

"Melalui program Desa Sadar Kerukunan, kegiatan Kemenag akan sampai ke desa-desa. Tujuannya semakin mempertebal rasa persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Muhammad Siddiq. (Asikk1)