Pemkab Karimun Terapkan e-Government

KARIMUN,DISKOMINFO - Pemerintah Kabupaten Karimun mulai menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang - Banten. Dilansir Batamnews, kerjasama itu ada dalam bidang layanan berbasis online yang disebut e-Government berbasis data centre.

Adapun kerjasama itu bermula dari kunjungan Pemkab Karimun ke Pemko Tangerang-Banten tahun lalu. Sehingga sistem ini menjadi acuan Pemkab Karimun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun M Firmansyah mengatakan, aplikasi tersebut mencakup semua aplikasi online di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Perwakilan dari Pemko Tangerang-Banten tiba di Karimun, mereka akan menyampaikan materi dan menjabarkan aplikasi yang akan kita terapkan, dalam kerjasama mengadopsi yang telah mereka miliki ini," kata Firmansyah, Minggu (18/11).

Seluruh data akan dikumpulkan jadi satu dan dikelola oleh Humas Pemkab Karimun selayaknya bank data dan layanan. Salah satu aplikasi yang segera diterapkan adalah e-Kinerja dan e-Office. Yang kesemuanya itu nanti dapat dilihat di Humas Pemkab Karimun.

"Seluruh OPD yang punya aplikasi akan menyerahkan ke humas untuk dijadikan satu, menjadi aplikasi elektronik. Ini akan mulai diterapkan pada tahun 2019 mendatang," ucapnya.

Namun, saat ini telah ada OPD yang menjalankannya. Ada dua OPD yang telah melaksanakan sistem tersebut. "Tapi untuk tahap awal sudah ada yang jalan, tepatnya di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun, serta di Sekretariat Daerah Kantor Bupati, semua sudah mulai berbasis online," katanya.

Firmansyah menjelaskan, akan ada data centre yang dipersiapkan dan dikelola oleh Bagian Humas Pemkab Karimun, yang menghimpun seluruh aplikasi di semua OPD. Sedangkan aplikasi yang dimiliki oleh Pemko Tangerang-Banten akan diserahkan seluruhnya kepada Pemkab Karimun. Juga dengan pelatihan SDM sebagai langkah awal persiapan dalam adopsi aplikasi tersebut.

Pemkab Karimun juga bakal merekrut tenaga teknis atau ahli IT, yang akan menjalankan program pada data centre itu nantinya. Namun, untuk sementara ahli IT yang ada akan dimanfaatkan terlebih dahulu. "Ahli IT di beberapa OPD kita tarik dulu dijadikan satu tim.

Baru nanti proses adopsi seluruh aplikasi yang akan diserahkan Pemko Tangerang-Banten dapat dilakukan. Setelahnya kita akan melakukan perekrutan tenagah IT yang betul-betul paham terhadap program dan analisis ini," katanya.

Tenaga IT yang direkrut tidak hanya bertugas mengoperasikan seluruh aplikasi yang diadopsi, mereka juga bertugas memperbaiki, merubah, melakukan pengembangan aplikasi dan semua yang dibutuhkan harus dapat dijalankan.

Ketika ada OPD yang butuh aplikasi baru, maka tim IT yang telah direkrut harus mampu membuat sebuah aplikasi dan tak perlu lagi menggunakan jasa pihak ketiga. Jadi dalam hal ini tak perlu melalui proses tender atau vendor.

Dengan kata lain, semua OPD tinggal pesan kepada tenaga IT yang direkrut.  Setelah itu menjelaskan spesifikasi yang dibutuhkan, lalu akan dibuatkan sesuai yang diinginkan.

"Sementara ini baru konsep dan desainnya yang sedang dalam pengerjaan. Kalau anggaran yang dibutuhkan Pemkab Karimun dalam menjalankan ini hampir sama dengan yang dialokasikan oleh Pemko Tangerang-Banten, yakni Rp.3,5 Miliar. Sudah include dengan ruangan dan perangkat," ucapnya.(SN)