Pemkab Serahkan 40 Kapal Kepada Nelayan Selat Bintan

BINTAN,DISKOMINFO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan menyerahkan 40 unit kapal berukuran 1 GT kepada nelayan di Selat Bintan, Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kamis (15/11). Dilansir Haluan Kepri, meski para nelayan mendapatkan bantuan cuma-cuma dari pemerintah, namun nelayan khawatir jika bantuan tersebut tak ditopang dengan ketersediaan BBM jenis solar untuk mengoperasikannya.

Mahadi, nelayan asal Kecamatan Mantang yang menerima bantuan itu menyampaikan keluhannya soal BBM. Ia mengatakan, bantuan yang diberikan pemerintah harus sejalan dengan kemudahan para nelayan mendapatkan solar.

"Jangan sampai kami dapat kapal, tapi sulit mendapatkan solar," keluhnya saat mengajukan pertanyaan kepada Bupati Bintan Apri Sujadi sesaat sebelum menerima bantuan kapal.

Nelayan lainnya pun meragukan kemudahan mendapatkan solar. Namun demikian, kekhawatiran para nelayan langsung dipatah sang kepala daerah. Apri menegaskan, kalau bantuan kapal 1 GT yang diberikan dilengkapi dokumen-dokumen guna mengurus Kartu Kendali supaya mudah mendapatkan BBM.

"Para penerima tinggal mengurus saja dokumennya ke Dinas Kelautan dan Perikanan, supaya dikeluarkan rekomendasinya dari dinas agar bisa mengurus Kartu Kendali untuk membeli solar di APMS," terang Apri.

Lebih detail, Kepala DKP Bintan Fachrimsyah menambahkan, untuk sementara waktu para nelayan penerima bantuan kapal 1 GT tak perlu khawatir ketersedian solar. Sebab, dinas kata dia, sudah punya strategis jangka pendek agar kapal yang diberikan bisa dimanfaatkan oleh para nelayan.

"Kita sudah buatkan rekomendasi untuk satu bulan. Supaya jangan sampai, nelayan yang dibantu justru kapalnya tak digunakan. Tapi kedepan, Kartu Kendalinya harus diurus," ujar Fachrim.

Ia menyebutkan, anggaran untuk pengadaan kapal 1 GT lengkap dengan alat tangkap serta 4 unit kapal 2 GT dan 1 unit kapal 1 GT menelan anggaran sebesar Rp2,9 miliar. "Untuk yang ukuran 2 GT dan 3 GT masih dalam tahap konstruksi. Sedangkan untuk yang 1 GT itu menggunakan anggaran DAK 2018," sebutnya.

Selain bantuan kapal, ada juga bantuan lainnya berupa 1 paket bioflok dan tempat budidaya ikan lele, 1 paket sarana produksi budidaya ikan air laut, 7 paket sarana produksi budidaya ikan air tawar, benih ikan kerapu, pallet ikan air laut 1.000 kg, pallet okan air tawar 6.300 kg.

Selanjutnya, ada 201 premi asuransi nelayan, serta ada pula keluarga nelayan yang menerima klaim asuransi diantaranya Erwandi sebesar Rp.160 juta, Marzuki sebesar Rp.200 juta serta Basri Rp.20 juta dan Naharuddin Rp.20 juta.(SN)