Pemkab Karimun Arahkan Para Pelaku UKM

KARIMUN,DISKOMINFO - Pemkab Karimun melalui Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Energi Sumber Daya Mineral (Disdagkop UKM ESDM) bersama PT Timah mengarahkan para pelaku UKM membuat kerajinan berbahan timah yang memiliki nilai jual di Workshop Pewter Karimun (WPK).

Dilansir Haluan Kepri, sejumlah kerajinan tangan seperti kapal layar, tugu MTQ Karimun serta beraneka mainan, gantungan kunci yang semuanya terbuat dari timah sudah dihasilkan perajin di bengkel Workshop Pewter Karimun tersebut.

Bahkan, salah satu kerajinan tangan mereka berupa replika tugu MTQ pernah dibeli Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat pembukaan MTQ Karimun di Kundur beberapa waktu lalu. "Kami bekerja sama dengan PT Timah membuka Workshop Pewter Karimun yang berada di Tanjungbalai atau di depan Kantor Satpol PP Karimun.

Hasil kerajinan para perajin di bengkel itu sudah mulai dikenalkan di Bazar BUMN saat HUT Kabupaten Karimun dan banyak juga yang terjual," ungkap Kadisdagkop UKM ESDM Karimun, Muhammad Yosli, Rabu (14/11).

 Kata Yosli, bengkel WPK tersebut baru dibuka pada Agustus 2018 silam dengan mempekerjakan 6 orang perajin. Sebelumnya, mereka telah dibekali pelatihan selama 3 minggu di Bangka Belitung oleh PT Timah pada Februari 2018. Disana, para perajin itu diajari mengolah timah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi.

Menurut dia, usai menjalani pelatihan di Bangka Belitung, para perajin tersebut kembali mengasah kemampuan mereka di Tanjungbalai Karimun dengan membuka bengkel sendiri. Semua bahan baku, termasuk peralatan dan perlengkapan kerja yang mereka gunakan merupakan bantuan dari PT Timah. "PT Timah memberikan bantuan peralatan, bahan baku serta perlengkapan kerja bagi para perajin tersebut.

Bahkan, mereka juga diberikan insentif dari BUMN itu. Bantuan PT Timah tersebut bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri yang dialokasikan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR)," terang Yosli.

Yosli menyebut, bukan hanya sekedar memberikan bantuan, PT Timah juga membantu dalam hal pemasaran. Salah satunya dengan cara membeli sebagian hasil kerajinan itu oleh karyawan PT Timah Wilayah Operasi Kepri dan Riau. Kebanyakan yang dibeli adalah mainan untuk gantungan kunci.

 Sementara, Koordinator bengkel WPK Suyoko didampingi perwakilan dari Disdagkop UKM ESDM Karimun, Hidayat HK saat ditemui di bengkel WPK mengatakan, untuk menghasilkan satu kerajinan dengan bahan dasar timah membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena itu, dalam bekerja diperlukan kesabaran yang tinggi.

"Bagi yang telah ahli dalam pekerjaan ini, satu orang hanya mampu menghasilkan satu kerajinan seperti kapal layar kecil ini dalam satu minggu. Sementara, bagi kami yang masih pemula ini bisa menghabiskan waktu tiga minggu atau bahkan satu bulan," ungkap Suyoko sambil memperlihatkan hasil kerajinannya.

Menurut dia, bukan hanya butuh kesabaran, keuletan dan keahlian saja dalam bekerja. Namun, saat bekerja seorang perajin juga harus bebas dari masalah. Artinya, semua masalah diluar harus dibuang jauh-jauh ketika memasuki bengkel. Kalau tidak, jangan harap bisa menghasilkan karya yang indah dan memiliki nilai jual.

"Pernah suatu ketika saya sedang ada masalah. Namun, saya tetap paksakan juga untuk bekerja. Semua hasil kerja saya hari itu jadi berantakan. Padahal, pekerjaan hari itu hanya tinggal penyelesaian saja. Namun, karena masalah itu tadi semuanya jadi hancur," tutur Suyoko sambil tersenyum.(SN)