BKKBN Batam Promosi Pelayanan KB dan KR Berkualitas SJSN

BATAM,DISKOMINFO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sosialisasikan Promosi Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Keluarga Reproduksi (KR) berkualitas dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Bidang Kesehatan Bersama Mitra Kerja tahun 2018, di daerah Batuaji, Rabu (14/11) siang.

Dilansir Haluan Kepri, kegiatan tersebut dihadiri langsung Walikota Batam Muhammad Rudi, Wakilnya Amsakar Achmad, sejumlah Camat dan petugas Puskesmas se-Batam serta anggota DPRD Provinsi Kepri, Dr Amir Hakim dan para tamu undangan lainnya. "Alhamdulillah, semoga kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi pemahaman kita untuk masyarakat dengan pelayanan yang berkualitas.

Kita juga meningkatkan kesehatan masyarakat yang berkualitas dengan perencanaan-perencanaan yang dilakukan," kata Kepala BKKBN Provinsi Kepri, Medi Heryanto ke awak media.

Dia juga menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus betul-betul berkualitas, seperti diketahui dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi dengan lebih memfokuskan pelayanan dan perhatian kepada ibu hamil usia muda.

Karena ibu hamil usia muda di cukup banyak. Upaya ini seperti dilakukan Puskesmas yang ada di Batam untuk melakukan terobosan dengan membuat inovasi kelas ibu muda (Imud). Dan berkat inovasi tersebut Puskesmas ini mampu meningkatkan pelayanan publik.

Inovasi ini mendapat perhatian bersama inovasi yang dilakukan daerah lain. Dikatakannya, alhasil terbukti kelas ‘Imud’ ini dapat menurunkan kematian ibu dan bayi.

Karena sejak dimulainya kelas ‘Imud’ ini, kematian ibu di wilayah Batam tidak ada lagi alias nihil. Begitu juga angka kematian bayi jauh menurun. "Semoga inovasi ini bisa berlanjut dan dengan inovasi ini diharapkan derajat kesehatan masyarakat khususnya Kota Batam lebih meningkat lagi.

Kita juga berharap, melalui kegiatan promosi pelayanan KB dan KR berkualitas dalam SJSN bidang kesehatan kali ini dapat memberikan manfaat khususnya secara maksimal bagi masyarakat," harapnya lagi.

Menurutnya, untuk suksesnya semua program pemerintah salah satu dalam layanan KB ataupun KR berkualitas sangatlah memerlukan peran aktif masyarakat agar bisa berhasil. "Tidak hanya dari sisi pemerintahan, masyarakat sebenarnya diminta lebih aktif ikut menunjang program pengendalian laju pertumbuhan penduduk ini, sebab semua kendalinya ada di masyarakat," katanya.

Melalui KB ini, pihaknya mengajak setiap orang tua agar mengatur jumlah anaknya. Namun tak ada paksaan. Itu terserah suami dan istri berapa yang diinginkan dan berapa mampunya sesuai kemampuan agar anak-anaknya menjadi anak berkualitas.

Dalam sosialisasi pelayanan KB yang berkualitas, diharapkan masyarakat memahai dan tak mendapat pelayanan asal-asalan untuk mengatur jarak kehamilan.

"Jangan melahirkan diusia terlalu muda, dan tua karena resiko tinggi. Jika terlalu dekat, saat melahirkan rahim luka maka lukanya belum sembuh sudah luka lagi. Maka bisa berdampak pada kematian," katanya kembali.

Sementara itu, dr Amir Hakim mengatakan bahwa program promosi pelayanan KB dan KR berkualitas dalam SJSN bidang kesehatan dipahami apalagi kaum ibu muda. Terkait program layanan KB itu, ia pun akan selalu berupaya dari pusat mendukung setiap program yang digulirkan di seluruh Kepri. Sebagaimana, pelayanan KB diharapkannya jangan sampai terputus.

Sebab apabila terputus atau tidak berjalan maksimal tentu berdampak terhadap sulitnya mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia. "Dengan meningkatnya jumlah penduduk sebetulnya bisa menjadi bonus jika termanfaatkan secara baik. Tapi jika sebaliknya bisa menjadi beban negara atau pemerintah. Maka itu demi kita semua mari kita sukseskan layanan KB," ucapnya lagi.(SN)