Harapkan Ada TPS Khusus Di Setiap Lapas

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Terkait dengan terdatanya lebih dari 2753 pemilih yang berada di Lembaga Permasyarakatan (lapas) yang tersebar dibeberapa daerah di Provinsi Kepri bakal memilih pada Pemilihan Umum Pemilu 2019 mendatang.

Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwilkumham Provinsi Kepri Dedi Handoko mengharapkan adanya Tempat Pemungutan Suara (TPS) khususnya di setiap lapas yang ada di Provinsi Kepri.

"Pasalnya, jika melihat banyaknya pemilih yang berada di lapas , dan kondisi lumayan jauhnya TPS terdekat disekitar lapas dan pengamanan tentunya perlu adanya TPS khusus di lapas," ungkap Dedi di Tanjungpinang,Rabu (14/11)

Sehingga, lanjut Dedi dengan adanya TPS khusus para penghuni lapas dan juga untuk petugas lapas tersebut dalam menggunakan hak pilihnya.

"Ya kita harapkan ada TPS khusus lah untuk para napi, karena jika menggunakan TPS terdekat itu lokasinya cukup jauh dari lokasi lapas, ditambah lagi untuk alasan pengawasan dan pengamanan," ungkap Dedi.

Menurut Dedi, dengan adanya TPS khusus ini dapat memudahkan para warga binaan yang ada di lapas untuk menggunakan hak pilihnya.

"Kami juga mengharapkan adanya kemudahan bagi napi yang tidak diketahui NIK dan NKK untuk dapat memberikan hak suaranya khususnya pada pilihan presiden," ungkap Dedi.

Sehingga mereka juga dapat ikut memilih, meskipun tidak bisa memilih untuk pemilihan legislatif kabupaten kota ataupun provinsi Kepri.Namun dapat memberikan hak pilihnya untuk Pemilihan Umum 2019 mendatang.

Sementara itu, Ketua Komisioner KPU Kepri Sriwati mengatakan bahwa hingga saat ini belum aturan khusus terkait keberadaan TPS khusus di Lembaga Permasyarakatan.

"Namun, melihat banyaknya pemilih di baik di rutan dan lapas yang ada. KPU akan mengupayakan hal tersebut," ungkap Sriwati.

Hingga saat inipun,lanjut Sriwati pihaknya telah mendata dan menghimpun keseluruhan pemilih yang berada di rutan maupun lapas yang ada di kabupaten kota Se Provinsi Kepri.

"Untuk baik mereka yang terdaftar pada DPT maupun yang terdaftar pada DPT AC (potensi pemilih non KTP Elektronik) untuk terdaftar sebagai pemilih pada pemilu 2019 mendatang," ungkap Sriwati.(Asikk2)