2018, 144 Kasus Rubella Terdeteksi Di Provinsi Kepri

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Dinas Kesehatan Provinsi Kepri mencatat sepanjang tahun 2018 ini, terdapat 144 kasus rubella terjadi di Provinsi Kepri. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudayana di Tanjungpinang, Selasa (13/11).

"Hingga tahun 2018 ini ada sebanyak 114 kasus rubella yang menyerang balita dari kabupaten kota Se Provinsi Kepri," ungkap Tjetjep. Dikatakan Tjetjep, diantara 7 kabupaten kota tersebut kasus rubella terbanyak terjadi di kota Batam. "Paling banyak terjadi di kota Batam, karena jumlah penduduknyapun banyak," ungkap Tjetjep.

Menurut Tjetjep, dari hasil tersebut membuktikan bahwa penyebaran virus rubella telah menyebar dan ada dilingkungan masyarakat Provinsi Kepri.

"Sehingga kita harus lebih waspada agar virus tersebut tidak menyebar dan menularkan kepada ibu hamil , sehingga menyebabkan bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan baik pada mata, telinga, jantung hingga otak,"ungkap Tjetjep.

Dilansir Haluan Kepri, Tjetjep menjelaskan pelaksanaan imunisasi MR merupakan satu-satunya cara yang dianggap ampuh untuk mengatasi agar penyebaran virus tersebut tidak mewabah. "Untuk itu Pemerintah menargetkan capaian Imunisasi MR harus mencapai 95 persen , agar penyebaran virus rubella mampu dikendalikan, untuk di Kepri masih belum dapat mencapai angka tersebut," ungkap Tjetjep.

Tjetjep juga mengatakan hingga saat ini pencapaian imunisasi MR di Provinsi Kepri baru mencapai 50 persen. Sehingga masih besar kemungkinan penyebaran virus dan penyakit rubella ini dikalangan bayi dan balita.

"Untuk itu, kami terus menghimbau kepada masyarakat untuk dapat mendukung pelaksanaan imunisasi MR ini," ungkap Tjetjep. Karena hal ini, lanjut Tjetjep satu-satunya cara yang dapat menghindari penyebaran virus Rubella ini.(SN)