Dorong Peran Serta Tokoh Masyarakat Sosialisasikan Rubella - Cakupan Rubella Se Kepri Jauh Dari Hara

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Gubernur Provinsi Kepri H Nurdin Basirun mendorong dan mengharapkan peran serta seluruh tokoh masyarakat dan agama dalam mensosialisasikan pelaksanaan imunisasi Measles dan Rubella MR di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

Pasalnya, hingga saat ini pencapaian cakupan imunisasi MR di lingkungan Pemprov Kepri masih jauh dari harapan dan yang ditargetkan Nasional sebesar 95 persen.

Hal ini disampaikan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Tanjungpinang, Senin (12/11).

"Berdasarkan laporan yang saya terima, cakupan imunisasi MR di Kepri masih jauh dari harapan, masih banyak anak yang belum melakukan suntik MR dengan berbagai alasan," ungkap Nurdin.

Padahal, Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan pelaksanaan imunisasi MR tersebut.

"Ini demi kepentingan generasi milenial Kepri, jangan sampai ketidak imunisasian ini membawa dampak buruk bagi seluruh masyarakat Kepri," tegas Nurdin.

Untuk itu, Nurdin meminta seluruh pihak baik itu tokoh masyarakat, agama maupun peran tenaga pendidikan untuk dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan imunisasi MR di Provinsi Kepri ini.

"Sehingga semua anak di Kepri terbebas dari tertularnya virus rubella yang mengancam generasi muda Kepri," jelas Nurdin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudayana mengatakan bahwa hingga saat ini cakupan pelaksanaan imunisasi MR di Provinsi Kepri baru mencapai 50 persen.

Tak hanya itu,lanjut Tjetjep terdapatnya 114 kasus Rubella di Provinsi Kepri pun membuktikan bahwa penyebaran virus rubella ini ada di tengah-tengah masyarakat.

"Untuk itulah, kita terus dorong, jangan sampai kasus rubella yang ada ini menulari wanita hamil lainnya dan meningkatkan jumlah kasus penderita rubella ini," tegas Tjetjep.

Untuk itulah, lanjut Tjetjep, harapan tercapainya target pelaksanaan imunisasi MR di Kepri menjadi solusi satu-satunya untuk membebaskan generasi muda Kepri dari penularan virus rubella.(Asikk2)