Gubernur Pastikan Ketersediaan Beras Di Kepri Cukup

DISKOMINFO - Mengantisipasi kenaikan harga beras menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, sebanyak 2,4 juta ton beras disiapkan untuk pelaksanaan operasi pasar. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, operasi pasar merupakan upaya pemerintah untuk mengintervensi harga pasar yang meninggi di saat-saat tertentu.

Dikatakannya, ketika harga beras meningkat, maka Bulog diminta melepas kebutuhan pangan itu ke masyarakat dengan harga yang ditentukan pemerintah, demi menstabilkan kembali harga.

“Peran Bulog, saat ketersediaan berkurang dan harga naik, maka harus melakukan operasi pasar dengan harga yang ditetapkan,” kata Mendag di Batam, Minggu (11/11). Ia mengatakan beras sebanyak 2,4 juta ton itu siap didistribusikan ke daerah yang kekurangan pasokan kebutuhan pokok itu, bukan dibagikan ke setiap daerah secara merata. “Tapi sampai saat ini belum ada permintaan,” ucapnya.

Dilansir Batam Pos, di tempat yang sama, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan ketersediaan beras di daerahnya mencukupi hingga lima bulan ke depan. Ia mengatakan, kenaikan harga di Kepri juga dipengaruhi cuaca, selain permintaan dan ketersediaan pasokan.

Karenanya ia berharap transportasi untuk distribusi bahan pangan di daerah semakin lancar. “Daerah kami pulau, apalagi di beberapa daerah seperti Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga sangat bergantung pada distribusi pangan,” kata Gubernur.

Mendag pun memperkirakan tidak akan terjadi pelonjakan harga beras karena pasokannya cukup. Ia juga optimis, kenaikan harga bahan pangan tidak berkontribusi besar pada inflasi. Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Enggar meminta Kepala Dinas Perdagangan di setiap daerah, Bulog, dan Satgas Pangan terus melakukan pemantauan ketersediaan dan harga beras di pasaran.(SN)