Misni : Orangtua Mengeluh Anak Ketagihan Gadget

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Anak menggunakan media sosial menjadi kekhawatiran tersendiri di masa kini. Tak sedikit orangtua yang mengeluhkan pada guru BP (bimpingan penyuluhan), anak mereka ketagihan bermain gawai atau gadget.

“Rata-rata orangtua mengadu ke guru BP, anak ketagihan gadget. Memang sekarang ini sulit melarang anak menggunakan gadget. Karena di sekolah ada pelajaran yang harus menggunakan internet,” ujar Misni, SKM, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepri, Sabtu (10/11).

Anak menggunakan gawai atau gadget harus diawasi oleh orangtua. “Sebenarnya anak menggunakan gadget itu garda terdepannya adalah keluarga. Ibu, ayah dan orang yang bertanggungjawab pada anak. Ketika anak bermedsos, yang pertama harus diberi penjelasan adalah orangtua,” tambah Misni.

Tidak dipungkiri banyak hal negatif yang dapat diperoleh anak melalui media sosial. Palagi belum semua situs negatif dapat dihapus dari jaringan internet. “Kementerian PPA, Kominfo Kementerian Pendidikan dan Kemenag sudah punya komitmen untuk membatasi anak terpapar media sosial. Namun memang belum diterapkan secara menyeluruh,” ujar Misni.



Ia mengingatkan agar orangtua mengawasi penggunaan gadget pada anak. “Anak dibawah 13 tahun itu tidak boleh menggunakan gadget. Diatas 13 tahun boleh menggunakan selama dua jam dalam sehari. Diatas 17 tahun boleh menggunakan selama empat jam dalam sehari dan itu semua harus diawasi,” tegas Misni.

Apalagi tidak sedikit hal negatif yang dapat terjadi pada anak yang menggunakan gawai secara berlebihan. Mulai dari berkurangnya kosentrasi, gangguan perkembangan psikomotorik,menurunnya daya memori dan berpikir, lemahnya daya piker analitis dan kritis, hingga gangguan fisik seperti rusaknya retina.

Misni mengakui beberapa negara seperti Perancis melarang anak menggunakan gadget. Media sosial Facebook sendiri tidak membenarkan anak dibawah 13 tahun untuk memiliki akun. “Kita khawatir anak-anak terpapar sinar biru,” ujar Misni.(tiwi)