Gubernur Ajak Menteri Untuk Kemajuan Kepri

BATAM,DISKOMINFO - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito mengaku senang dengan perjuangan Gubernur H Nurdin Basirun untuk kepentingan daerah. Berkali-kali ke Jakarta tanpa janji, Enggar, ikut “membantu” Gubernur untuk bertemu dengan sejumlah menteri.

“Kadang Pak Gubernur minta telepon Menteri PU, Menko. Agak maksa dan menekan sih. Tapi saya senang dia berjuang betul kepentingan daerah,” kata Enggatiasto saat Rakor Persiapan Natal dan Tahun Baru Bersama Pemerintah Daerah di Hotel Nagoya Hill Batam, Minggu (11/11).

Saat rapat itu, Gubernur memang mengaku pernah minta bantu Menteri Enggar dalam menghubungkan dengan beberapa kementerian. Enggar pun bilang bahwa Gubernur datang selalu tanpa janji, tapi mereka selalu bisa bertemu. Mendengar apa yang diajukan Gubernur untuk kepentingan daerah, Enggar langsung membantu. Bagi Enggar, perjuangan memajukan daerah yang dilakukan Gubernur harus terus didukung.

Dalam beberapa kali sepanjang Oktober dan awal November ini, Gubernur memang melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri. Pertemuan-pertemuan memang untuk kemajuan Kepri. Terlebih tentang pembangunan infrastruktur dan investasi. Demi kepentingan daerah pun, pada pertemuan itu, Gubernur minta agar impor beras ke Kepri bisa langsung.

Menurut Gubernur, Sabtu (10/11) lalu dia melakukan pengecekan beras di Bulog Tanjungpinang. Stok beras memang masih aman untuk 4 bulan setengah lagi. Tapi kata Gubernur dari pengakuan petugas, beras itu merupakan beras impor. “Mereka “tour” dulu ke Jakarta, baru ke Tanjungpinang. Kalau bisa, langsung saja ke Tanjungpinang,” harap Gubernur.

Gubernur mencatat, bahwa ada 1,8 juta ton beras yang diimpor untuk negeri ini. Dia berharap ada beberapa ratus ton yang menjadi kebutuhan masyarakat Kepri, langsung saja ke Tanjungpinang atau Batam, tanpa ke Jakarta terlebih dahulu. Karena ini akan mengurangi biaya transportasi. “Bisa dikasi ke Bulog atau rekanan untuk impor langsung ke sini (Kepri),” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, sembako yang murah sangat mempengaruhi investasi. Kebutuhan sembako di Kepri semakin tahun terus meningkat. Gubernur berharap harga stabil. Sehingga inflasi di Kepri tidak menjadi tinggi. “Inflasi membuat daya saing investasi terganggu. Karena berpengaruh pada Upah Minimum Regional. Dibanding Malaysia, upah kita termasuk tinggi,” kata Gubernur.

Gubernur memang melakukan lobi untuk impor langsung sembako tanpa melalui Jakarta. Secara lisan, kata Gubernur, setelah makan siang dengan Menteri Enggar, ada persetujuan langsung. Gubernur mengatakan, Kepri bukan daerah agraria. Sebanyak 96 persen wilayahnya laut.

Meski begitu, pihaknya bersama pemerintah daerah tingkat dua terus berupaya memanfaatkan lahan untuk dijadikan area pertanian dan perkebunan. “Kita terus mencoba menanam padi, tapi hasilnya belum maksimal untuk seluruh Kepri,” kata Gubernur.(SN)