Tagana Kepri Bantu Dapur Umum dan Mendata Pengungsi Gempa Sulteng

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kepri diterima dengan baik oleh masyarakat Sulawesi Tengah. Tak hanya mendistribusikan bantuan dari masyarakat Kepri, Tagana juga membantu mndata jumlah pengungsi serta mengelola dapur umum untuk korban gempa.

“Kemarin kami 10 orang dari Tagana Kepri, satu orang dari Karang Taruna dan lima orang dari FKPPI (Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan TNI-Polri) selama dua minggu di Sulteng. Untuk mengawal bantuan dari masyarakat Kepri,” ujar Sazali Somad, Ketua Koordinator Lapangan, Sabtu (10/11).

Tim tersebut mengawal penyerahan sekitar 15 ton bantuan barang dari masyarakat Kepri. Barang bantuan tersebut sebelumnya dilepas oleh Gubernur, sebelum diangkut menggunakan pesawat Hercules ke Halim Perdanakusuma.

“Kami serahkan bantuan ke Pemprov Sulteng. Tapi kami juga diminta bantuan untuk mendistribusikan ke masyarakat korban gempa. Disana kami juga dimintai bantuan untuk mendata jumlah lokasi pengungsian, jumlah keluarga dan jumlah jiwa korban gempa,” tambah Sazali.



Untuk mendata tim diberikan waktu selama dua hari. Namun baru dapat diselesaikan dalam empat hari. “Karena terkendala lokasi juga. Kami sampai ke hutan-hutan untuk mencapai lokasi pengungsian,” jelas Sazali.

Selama di Sulteng Tim dari Kepri tersebut bekerjasama dengan Tagana dari Lampung, Bengkulu dan Yogyakarta. Mereka membuka dapur umum dan membantu warga merehabilitasi rumah yang rusak.

“Yang membanggakan itu mereka ini diterima dengan baik oleh masyarakat disana,” tambah Doli Boniara, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri. Sayangnya masyarakat banyak yang belum mengenal Provinsi Kepri.

“Banyak yang tanya juga Kepri itu dimana? Kepri itu Riau ya? Saya jelaskan bahwa Kepri itu berbeda dari Riau. Kepri itu dulu satu provinsi dengan Riau tapi sekarang sudah provinsi sendiri,” jelas Sazali sambil tertawa.(cici)