Sektor Konstruksi Picu Pertumbuhan Ekonomi Kepri

DISKOMINFO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) merilis pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2018 tumbuh sebesar 3,74. Pertumbuhan pada triwulan ini terutama didorong oleh kategori konstruksi yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,60 persen.

Dilansir Batamnews, perekonomian Kepulauan Riau triwulan III-2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp65,19 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp43,68 triliun.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mempunyai andil terhadap pertumbuhan sebesar 4,62 persen. Sementara itu, ekonomi Kepulauan Riau triwulan III-2018 dibandingkan dengan triwulan II-2018 tumbuh sebesar 2,05 persen.

Dari sisi produksi, kategori yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah kategori industri pengolahan yaitu sebesar 1,66 persen. Dan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan pada triwulan ini terutama disebabkan oleh PMTB. Sampai dengan triwulan III-2018, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau tumbuh sebesar 4,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam lingkup regional, PDRB Kepulauan Riau triwulan III-2018 memberikan kontribusi sebesar 7,80 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera. Pada triwulan ini sebagian besar kategori lapangan usaha mengalami pertumbuhan kecuali kategori transportasi dan pergudangan (-8,44%), penyediaan akomodasi dan makan minum (-5,92%), jasa perusahaan (-2,77%) dan jasa pendidikan (-2,22%).

Sementara itu, kategori yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 6,61%, konstruksi sebesar 4,61%; diikuti oleh kategori industri pengolahan sebesar 4,46% dan kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 4,19%. Struktur Ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan III-2018 masih didominasi oleh industri pengolahan (36,12%); konstruksi (18,38%); dan pertambangan dan penggalian (16,41%).

Adapun andil pertumbuhan terbesar disumbangkan oleh kategori industri pengolahan 1,66 persen; konstruksi sebesar 0,83 persen; dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,10 persen.(SN)