Kejagung Upayakan Formula Penanganan Pidana Laut

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI) mengupayakan formula terbaik dalam penanganan pidana laut. Untuk mendapatkan formula tersebut, Kejagung melibatkan jajarannya di Kepri dan instansi terkait lainnya melalui diskusi yang diselenggarakan di Tanjungpinang. 

Kepala Kejati Kepri, Asri Agung Putra, di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan, kegiatan tersebut penting lantaran 96 persen wilayah ini merupakan lautan. Selain itu, Kepri berbatasan dengan sejumlah negara tetangga sehingga potensial terjadi pelanggaran di laut.

"Kami mengajak seluruh instansi terkait bersinergi untuk mendapatkan  formula lengkap, terbaik dalam penanganan kasus pidana di laut," ujarnya.

Kejati Kepri, kata dia menangani perkara yang hampir 70 persen peristiwanya terjadi di laut. Selama bertugas di Kepri, Asri mengaku telah menangani cukup banyak kasus pidana laut mulai dari penyelundupan, pelayaran, pencurian ikan, narkoba, pertambangan ilegal.

Kepala Bagian Rancangan Pertimbangan Hukum, Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung RI, Rina Virawati mengatakan, secara umum, penegakan hukum di laut bertujuan menjaga kedaulatan negara dan keamanan maritim Indonesia dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Secara umum, kata dia banyak institusi itu yang tertugas dalam penegakan hukum di perairan Indonesia sehingga terkesan unik, meski bersifat sektoral sehingga berpotensi penanganan hukumnya akan terkotak-kotak sesuai dengan kewenangan masing-masing. 

Kondisi lainnya, terjadi kompleksitas pelanggaran hukum atau kejahatan di laut yang dilakukan individu atau kelompok tertentu.  "Sehingga koordinasi antarinstansi yang berwenang sangat penting," katanya.(Asikk1)