Penerimaan Bea Cukai Tanjungpinang Capai Rp.1,98 Triliun

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Realisasi penerimaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang hingga Oktober 2018 sudah mencapai Rp.1,98 Triliun dari target tahun ini sebesar Rp2,48 Triliun. "Target penerimaan kami pada tahun 2018 meningkat dibanding tahun 2017 lalu. Dari Rp1,85 Triliun menjadi Rp2,48 Triliun," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang, Sodikin, Kamis (8/11).

Dilansir Antara, Sodikin menjelaskan total penerimaan sebesar Rp.1,98 Triliun itu terdiri atas realisasi bea masuk Rp.286 Miliar, bea keluar Rp.8 Miliar, kemudian bea masuk dan pajak dalam rangka impor, antara lain PPn impor Rp.1,5 Triliun, PPh pasal 22 impor Rp.188 Miliar, PPh Psl 22 ekspor Rp.1,3 Miliar, PPn hasil tembakau Rp.2,2 Miliar dan cukai Rp.0,3 Miliar.

"Kami sangat optimis penerimaan bea dan cukai dalam kurun waktu dua bulan terkahir ini akan mengalami peningkatan. Sehingga target penerimaan senilai Rp2,48 Triliun dapat terpenuhi menjelang akhir tahun 2018," imbuhnya.

Selain itu, diakui Sodikin selama periode Januari hingga Oktober 2018, KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang juga telah melakukan 101 kali penindakan, dengan rincian cukai 41 tindakan dan lainnya 60 tindakan. Ia menjabarkan, barang bukti cukai yang berhasil ditindak yaitu hasil tembakau sebanyak 4.995.104 batang, Minuman Mengandung Ethil Alkohol (MMEA) sebanyak 519 botol dan 931 kaleng.

Sementara penindakan lainnya di luar cukai ialah berupa barang-barang impor elektronik, meja, kursi dan kasur. "Khusus penindakan cukai hasil tembakau di 2018, kuantitasnya meningkat drastis menjadi 4.995.104 batang, dari tahun sebelumnya sebanyak 811.029 batang," tuturnya.(SN)