Pemko Batam Bangun UPT Pengelolaan Sampah TPA Punggur

BATAM,DISKOMINFO - Pemerintah Kota Batam membangun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur, yang akan mulai bekerja pada tahun depan. Dilansir Batamnews, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Herman Rozie mengatakan bahwa UPT ini dibentuk khusus untuk mengelola sampah.

"Perwako pembentukan UPT-nya sudah ada. 2019 mulai operasi,” ujar Herman di Batam Centre, Rabu (7/11). UPT pengelola sampah TPA ini berada langsung di bawah Kepala DLH. Namun yang akan menjadi Kepala UPT ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Walikota, sama seperti pejabat lainnya.

Selain membuat UPT, ia juga berencana memindahkan kantor Bidang Kebersihan DLH ke TPA Telagapunggur. Tujuannya untuk memudahkan koordinasi antara Bidang Kebersihan dan UPT pengelola sampah TPA.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan bagi masyarakat Batam. "Guna meningkatkan pelayanan, tahun depan kita kembali mengajukan penambahan alat berat seperti ekskavator, buldoser. Kita ajukan baik ke pusat, provinsi, maupun kota," jelasnya.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga sedang membangun titik sanitary landfill baru di TPA Telagapunggur. Ia mengatakan pada titik penumpukan sampah yang baru ini, tanah sudah dilapisi membran, agar nantinya tak merusak lingkungan karena sampah tidak langsung bercampur dengan tanah.

"Air dari sampah juga dialirkan ke bak lindi dengan penyaringan tiga lapis sebelum sampai ke laut," kata dia. Selain itu juga sudah tersedia pipa untuk mengumpulkan gas metan dari sampah. Gas ini dapat juga dimanfaatkan untuk kegiatan rumah tangga warga sekitar seperti untuk masak.

Luas lokasi sanitary landfill baru ini sekitar 2,4 hektare dengan ketinggian 30 meter. Dengan jumlah sampah rumah tangga yang ada, titik baru ini diperkirakan dapat bertahan hingga 7-10 tahun.

"Yang baru ini operasi, di situ (sanitary landfill lama) stop. Sambil menunggu untuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pengolahan sampah terwujud. Kita berharap, di tempat lama sampahnya habis, yang baru ini belum penuh,” kata dia.

Fajri Konsultan Pengawas Pembangunan TPA Punggur menambahkan bahwa bak lindi di sel baru ini terdiri dari lima bak. Mulai dari ekualisasi, bak ABR, fakultatif, maturasi, dan wetland. Setelah itu air dari sampah dialirkan ke laut melalui pipa yang dipasang di bagian bawah TPA.

]] "Di sel lama kita gunakan bakteri. Kalau memang dibutuhkan sel baru ini nanti kita berikan. Yang ke laut itu sudah tidak air limbah lagi, air biasa, tidak akan mencemari laut. Jadi semua aman,” ujarnya beberapa waktu lalu.(SN)