Disdik Kepri Siapkan Terobosan Baru

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri Muhammad Dali mengatakan kekacauan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2018 lalu menjadi pelajaran yang berharga bagi Disdik Kepri.

Menurut Dali, pihaknya akan melakukan perubahan sistem penerimaan PPDB pada TA 2019 mendatang. ”Kita akui proses PPDB 2018 lalu ada beberapa kekacauan. Tentu persoalan itu, jangan sampai terulang kembali pada PPDB 2019 mendatang,” ujar Dali, Selasa (6/11) di Tanjungpinang.

Dilansir Batam Pos, Dali mengakui dari pemetaan masalah yang sudah dilakukan, persoalan terjadi di beberapa daerah saja. Seperti Tanjungpinang, Karimun, dan Batam. Menurutnya, orangtua harus punya mindset bahwa semua sekolah sama. Yang membedakan hanyalah kemampuan guru dan kecakapan pelajar dalam menerima pelajaran.

”Tidak ada lagi istilah sekolah favorit atau unggulan. Karena semua tergantung pada kecakapan guru dan kemampuan pelajar untuk menerimanya,” tegas Dali.

Menyadari hal itu, Disdik Kepri akan melakukan peningkatan kecakapan guru, baik itu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan, untuk guru SMK mendapatkan atensi khusus sesuai dengan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK untuk meningkatkan daya saing dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

”Untuk menuntaskan kekacauan PPDB khususnya, kami sangat mengharapkan kerjasama para orangtua tentunya. Karena jika kita semua tertib, maka persoalan yang sama tidak akan terulang kembali,” tegasnya lagi.

Pihaknya sudah membuat perhitungan bahwa jumlah siswa baru TA 2019 mendatang akan terjadi peningkatan dibandingkan tahun ini. Meskipun demikian, daya tampung sekolah tetap menjadi prioritas yang dikerjakan pada tahun 2018. Seperti penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) disejumlah sekolah.

”Khusus di Batam pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 23 dan 24 Batam akan dilanjutkan pada 2019 mendatang,” ujarnya.

Dali berharap, meskipun belum tuntas, tetapi bisa ditempati pada tahun depan. Sehingga proses belajar mengajar tidak lagi menggunakan fasilitas SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Batam.

”Sedangkan SMA Negeri 5 Karimun juga diupayakan melakukan penerimaan PPDB lewat TA 2019 mendatang. Karena sudah ada 9 ruang belajar yang tersedia. Tetapi proses pembangunan tetap dilanjutkan,” tutup Dali.

Lebih lanjut, Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara (TJA) juga berharap rencana pembangunan di bidang pendidikan yang sudah dirancang berjalan dengan baik. Meskipun adanya penyusaian karena defisit APBD Kepri, hendaknya kegiatan strategis di Dinas Pendidikan tidak diganggu.

”Penyelesaian USB dan penambahan RKB di Kabupaten/Kota adalah skala prioritas. Ini akan kita dorong saat pembahasan APBD 2019 yang sedang berlangsung sekarang ini,” ujar Teddy, kemarin.(SN)