Imunisasi MR Diperpanjang Hingga 31 Desember 2018

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenskes) sudah membuat keputusan terkait pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella (MR) di seluruh Indonesia, yakni diperpanjang sampai 31 Desember 2018 mendatang.

”Kebijakan penambahan waktu pelaksanaan imunisasi campak dan rubella berdasarkan hasil evaluasi Kemenkes. Karena capaiannya masih belum menggembirakan,” ujar Tjetjep Yudiana, Senin (5/11) di Tanjungpinang.

Dilansir Batam Pos, Tjetjep mengatakan untuk progres di Provinsi Kepri capaiannya masih 57 persen atau sekitar 346.631 anak usia 1-15 tahun di tujuh Kabupaten/Kota di Kepri yang mendapatkan manfaat imunisasi campak dan rubella. Sementara target nasional sebanyak 608.125 anak.

”Kita berharap dengan adanya penambahan waktu ini, memberikan pengaruh yang signifikan sampai akhir tahun nanti. Karena masih ada lebih kurang 261 ribu anak yang belum ikut program ini,” harap Tjetjep.

Ia juga berharap, dengan adanya penambahan waktu ini, bisa dioptimalkan tujuh Kabupaten/Kota di Kepri untuk menggesa pelaksanaan program ini. Dijelaskan Tjetjep, ada beberapa daerah yang progresnya masih dibawah 50 persen. Yakni, Batam, Lingga, dan Natuna. Sedangkan Tanjungpinang, Bintan, Anambas, dan Karimun sudah di atas 50 persen.

Rendahnya capain ini disebabkan oleh pro dan kontra terkait vaksin yang digunakan. ”Penyebab adalah masalah halal atau haramnya vaksin yang dipergunakan. Seperti di Batam banyak sekolah-sekolah berbasis agama yang enggan anak muridnya mendapatkan imunisasi,” tegas Tjetjep.

Disebutkan Tjetjep, bahwa bahaya campak adalah dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru-paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk atau bahkan kematian. Sementara rubella sangat berbahaya bagi ibu hamil. Karena apabila terpapar virus tersebut mengancam keguguran, bayi yang lahir berisiko cacat, kelainan jantung, mata, pendengaran, serta keter-lambatan perkembangan.

”Saya yakin semua orangtua tidak ingin anak-anaknya mengalami hal itu. Salah satu langkah yang tepat adalah dengan mendukung program imunisasi campak dan rubella,” tegasnya lagi.

Ditambahkan Tjetjep, program imunisasi campak dan rubella yang disediakan negara adalah gratis. Sedangkan jika memilih untuk melakukan imunisasi tersebut dirumah sakit, tentu harus merogoh kantong. ”Karena biaya di setiap rumah sakit berbeda-beda.

Sedangkan vaksin yang digunakan tetap sama. Begitu juga dengan vaksin yang disedikan negara di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas),” tutup Tjetjep Yudiana.(SN)