Bansos Potensial Digunakan Untuk Kepentingan Politik Pemilu

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Badan Pengawasan Pemilu Provinsi Kepulauan Riau (Bawaslu Kepri) menyatakan dana bantuan sosial (bansos) potensia digunakan untuk kepentingan politik Pemilu 2019.

"Untuk pencitraan caleg atau parpol, dilarang gunakan dana bansos," kata Komisioner Bawaslu Kepri Indrawan, di Tanjungpinang, Selasa.nIndrawan menegaskan Bawaslu Kepri beserta jajarannya mulai memantau penggunaan dana bansos. Sejumlah informasi sudah diterima Bawaslu Kepri.

Jika ditemukan pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami berharap seluruh kepala daerah di Kepri beserta jajarannya untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dalam proses hingga penyaluran dana bansos," ujarnya.

Indrawan menegaskan pengawasan terhadap alokasi dana bansos dimulai dari tahap pembahasan hingga penyaluran. Bawaslu Kepri melibatkan jajarannya hingga di tingkat kelurahan untuk memantau penggunaan dana bansos tersebut.



"Kami tidak hanya memantau dana bansos dari Pemprov Kepri, melainkan kabupaten dan kota," katanya. Indrawan mengemukakan ada sejumlah penggunaan dana bansos untuk kelompok tertentu tahun ini berdasarkan informasi yang diterima Bawaslu Kepri berbau politis. Nilainya pun jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

"Apakah tahun 2019 dana bansos lebih besar? Kenapa lebih besar? Siapa yang memberikan, dan siapa yang menerimanya? Apakah ada kepentingan politik pencitraan atau tidak? Pertanyaan seperti ini yang harus terjawab dalam proses pengawasan," katanya.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu terbebani setelah mendapat bantuan dana bansos. Dana tersebut bersumber dari rakyat sehingga masyarakat yang menerima dana bansos tidak perlu merasa terhutang budi.

Ia mengingatkan masyarakat, terutama yang memiliki hak pilih, yang menerima dana bansos jangan terpengaruh dengan rayuan pemberi dana bansos yang memiliki kepentingan politik pada pemilu.

"Gunakan hak pilih sesuai dengan hati, dan keinginan sendiri, bukan karena pemberian barang maupun uang," imbaunya.(Asikk1)