Dinsos Batam Bantu Korban Puting Beliung

BATAM,DISKOMINFO - Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Batam bersama Tagana menyerahkan bantuan sembako kepada 32 Kepala Keluarga (KK) yang terkena musibah bencana alam, tepatnya di Pulau Pecong, Kelurahan Pecong, Belakangpadang, Batam, Minggu (4/11).

Dilansir Haluan Kepri, sebagaimana diketahui bersama, peristiwa puting beliung tersebut telah meluluh lantakkan rumah-rumah warga. Sehingga 32 KK dengan 111 jiwa kehilangan tempat tinggalnya. Yang akhirnya juga mereka diungsikan ke Posko darurat didekat kantor Lurah, dan ada juga dirumah sanak keluarganya.

Guna meringankan beban korban, Dinsos Batam mendistribusikan puluhan paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, sarden, dan beberapa pack mie instan serta bantuan lainnya. Pendistribusian paket sembako tersebut langsung disambut baik oleh warga yang terkena langsung dampak. Dimana Kepala Dinas Sosial Batam, Hasimah dan sekretaris Dinsos Batam, Leo Putra turun langsung ke lokasi mengantarkan paket sembako tersebut.

Siti Hazizah, salah satu korban menceritakan, pada awalnya sekitar pukul 14.30 WIB minggu siangnya yang diawali hujan turun, namun tak lama itu, tiba-tiba suara angin kayak gemuruh terdengar sangat keras. Lalu kami tutup pintu dan jendela. Selang itu, atap rumah kami sudah terafngkap oleh angin puting beliung itu. Sambil berteriak minta tolong, kami pun bersama anak langsung lari menyelamatkan diri. Masih kata dia, semua diluluh lantakkan, bahkan ada rumah tetangga langsung kejebur kelaut pada saat didalam rumahnya. Padahal tetangga itu masih sakit.

Selain itu juga, ada juga warga bernama Ijal kena sambar petir hingga kakinya mengalami gosong dan masih dirawat di Puskesmas Pembantu (Pustu). "Sebentar aja anginnya tapi ngerilah pak. Rumah kami tiba-tiba tak punya atap. Ada juga sebagian atap rumah warga lainnya terlempar kelaut hingga beberapa meter," ceritanya istri dari Kamarudin, Senin (5/11) siang.

Kamli, warga lainnya juga mengatakan, akibat dari musibah ini warga disini tak bisa berbuat banyak. Kami berharap bantuan dari pemerintah untuk membantu beban kami. "Iya harapan kami bantuan segera datang untuk makan kami di posko ini," kata dia.

Dengan musibah tersebut, sebagian warga pun langsung tiarap dilantai. Ada juga yang naik kedataran tinggi. Tak hanya rumah warga, angin tersebut juga merusak atap sekolah SMAN 22 Batam.

Adanya bantuan tersebut, warga juga meminta perhatian kepada Walikota Batam agar bisa membantu membangun rumahnya kembali. Karna tanpa bantuan dari pemerintah warga disana tak bisa berbuat apa-apa. Sebab mata pencaharian mereka hanya dari nelayan saja.

Dilokasi yang sama, Kadinsos Batam, Hasimah mengatakan jika bantuan ini langsung dari Dinsos Batam melalui Tagana. Bahkan penyaluran sembako ini atas perintah pak Walikota Batam. "Alhamdulillah, bantuan sembako inin sudah kita salurkan kepada para korban. Dinas Sosial hanya memberikan bantuan logistik berupa sembako," kata Hasimah, Kadinsos Batam, di pulau Pecong siangnya.

Untuk bantuan, katanya, disalurkan untuk selama seminggu lamanya. Kalau untuk bantuan yang lainnya bisa berlanjut lagi. "Dinas sosial memberikan bantuan berdasarkan data yang dasarnya kami terima melalui surat Lurah, itupun kami validasi atau kami lakukan cek kebenarannya lagi, dan posko darurat ini selama seminggu aja," tambahnya.

Penyerahan sembako dan alat rumah tangga didampingi oleh Lurah Pecung, Izat dan Danramil setempat serta Kapolsek Belakang Padang, AKP Ulil Rahman dan Tagana lainnya.

Sesuai dengan data terbaru, yakni jumlah rumah akibat angin puting beliung ada sebanyak 32 KK dengan rincian rusak parah ada sebanyak 15 unit rumah, rusak ringan ada 7 unit serta rusak sedang ada 10 unit. Ke 32 rumah tersebut ada diruang lingkup ketua RT04 Limin, dan ketua RT 05 Basrul sedangkan ketua RW02 Salimun.

Sementara, Lurah Pecung, Izat sangat berterimakasih atas bantuan dari pemerintah. Ia juga turut belasungkawa melihat warganya kena musibah. "Kejadian ini bukan kita inginkan tapi bagaimanalah ini musibah alam," singkatnya.

Ia merincikan bahwa untuk data penduduknya ada sebanyak 997 jiwa dan 297 KK. Di pulau Pecong itu juga ada terdapat 5 tempat pendidikan mulai dari Paud, TK, SD, SMP dan SMAN 22 Batam. Selain dari Dinsos Batam, ternyata pihak Polresta Barelang sudah mendirikan posko darurat di TKP. Selain itu juga ada 20 an personel Sabhara Polresta Barelang dan 3 personil Dokkes Polda Kepri disiagakan disana.

"Sesuai arahan dari pimpinan kita langsung dikerahkan kesini untuk menjaga para korban musibah angin puting beliung ini. Kita juga disiagakan disini hingga sampai kapan perintah pimpinan," kata Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Ramses Marpaung dilokasi kejadian.(SN)