Relawan Kepri Data Korban Palu dan Donggala

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Relawan Tagana Provinsi Kepulauan Riau memiliki tugas penting saat berada di Palu dan Donggala. "Kami bertugas mendata kembali terhadap korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. Data yang ada saat kami tiba, masih belum valid," kata salah seorang relawan Tagana Kepri, Surya Putra, di Tanjungpinang, Senin.

Ia mengatakan data yang masih kacau itu menyebabkan banyak korban yang tinggal di tenda tidak mendapatkan bantuan. Kondisi ini yang menyebabkan sebagain relawan asal Kepri ditugaskan untuk mendata kembali para korban.

Tagana Kepri mengirim 10 orang relawan Tagana Kepri pada 22 Oktober 2018. Sehari kemudian mereka ditugaskan mendata dan menangani logistik. Relawan Tagana Kepri melakukan tugas kemanusiaan di Palu dan Donggala selama dua minggu. Setelah pendataan dilakukan, bantuan pun diberikan lepada para korban yang tinggal di tenda-tenda.

"Kami menyisir satu persatu tenda para korban di seluruh kecamatan. Data itu penting agar mereka memperoleh bantuan," ujarnya. Kisah relawan tidak seluruh berbuah manis. Selama proses pendataan, kata dia tidak semua korban menerima kehadiran para relawan.

Ada beberapa kelompok yang menolak kehadiran para relawan, termasuk yang berasal dari Kepri. Relawan asal Kepri tetap bertahan meski diusir karena tugas yang diemban merupakan panggilan kemanusiaan.

"Ada persoalan yang dihadapi para korban sehingga mereka tidak percaya. Kami tetap bertahan karena niat kami memang ingin membantu mereka," ucapnya, yang baru tiba di Tanjungpinang.(Asikk1)