Objek Wisata Pemandian Lingga Bakal Ramai Dengan Tradisi Mandi Safar

LINGGA,DISKOMINFO - Dua hari lagi, tepatnya Rabu (7/11), objek wisata pemandian yang ada di Pulau Lingga Kepulauan Riau seperti Air Terjun dan Pantai bakal ramai dikunjungi oleh masyarakat setempat untuk melaksanakan tradisi Mandi Safar. Dilansir Batamnews, Mandi Safar adalah salah satu tradisi lama Melayu yang hingga kini masih terjaga eksistensinya di Kabupaten Lingga.

Tradisi yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam ini digelar setiap tahun pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam hitungan Tahun Hijriah. Tradisi tersebut dilakukan masyarakat Negeri Bunda Tanah Melayu secara turun temurun sejak lama. Bahkan, Sultan-sultan zaman dahulu juga telah melakukan kegiatan yang memiliki makna luar biasa itu.

Dikutip dari berbagai sumber, sesuai dengan namanya, tradisi ini dilaksanakan dengan acara mandi yang bertujuan untuk menolak bala. Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak zaman Kerajaan Riau-Lingga yang dipimpin oleh Sultan Abdulrahman Muazamsyah, memerintah tahun 1883-1911.

Maka, hingga saat ini kegiatan Mandi Safar sudah menjadi agenda yang dilaksanakan di Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga, karena berpotensi menjadi objek wisata baru yang sangat menarik, khususnya objek wisata sejarah dan budaya.

Selain itu, tradisi Mandi Safar juga merupakan ajang meningkatkan silaturahmi, baik dengan sesama tetangga maupun dengan keluarga lainnya. Namun, makna lain yang diambil dari pagelaran Mandi Safar adalah sebagai sarana untuk introspeksi diri, baik secara lahiriah maupun secara batin dan mengharapkan rida dari Allah SWT.

Diketahui, tradisi Mandi Safar juga dilaksanakan masyarakat Lingga umumnya. Ada yang melaksanakannya secara berkelompok di tempat pemandian umum seperti wisata pemandian, pantai serta air terjun dan ada juga yang melaksanakannya di sekitar masjid-masjid.(SN)