Kontingen Kepri Raih Prestasi Pesparani Nasional

AMBON,DISKOMINFO - Pembimbing Masyarakat Katholik Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kepri Normal Ginting, SH mengatakan kontingen Kepri memenangi beberapa cabang lomba dalam ajang Pesparani Nasional I di Ambon, Maluku. Dilansir Haluan Kepri, hal tersebut dikatakan Ginting pada, Jumat (2/11).

“Dalam pelaksanaan lomba terdapat beberapa cabang yang kita ikuti, antara lain perlombaan lagu rohani, lagu Gregorian, cerdas cermat anak, cerdas cermat remaja, bertutur kitab suci, dan lagu mazmur. Untuk bertutur kitab suci dibawakan dalam bentuk peran oleh peserta, jadi peserta memerankan apa yang tertulis dalam Injil sesuai ayat-ayat yang ditentukan,” kata Normal Ginting.

Diketahui, Pesparani Nasional di Ambon berlangsung 27 Oktober – 2 Nopember 2018. “Sebelumnya kami melakukan seleksi di tingkat wilayah, namun karena yang lebih siap adalah Batam dan Tanjungpinang, maka peserta kita banyak yang dari dua daerah ini. Pencarian bakat untuk Pesparani akan kami gali untuk persiapan masa mendatang. Pesparani sendiri dilaksanakan setiap tiga tahun,” ujar Ginting menjelaskan.

Kontingen Kepri, lanjut Ginting, berhasil meraih kemenangan pada beberapa cabang lomba antara lain, Cabang Mazmur Remaja, Mazmur Anak-Anak, PS Dewasa Campuran meraih medali emas. Sementara Cabang Mazmur Dewasa, Gregorian Silver, Bertutur Kitab Suci, Cerdas Cermat Remaja dan Cerdas Cermat Anak memperoleh medali perak.

Normal Ginting berharap Pesparani dapat meningkatkan penghayatan dan pengamalam ajaran Katholik. Karena dengan adanya ajang tersebut, anak-anak termotivasi untuk mempelajari kitab suci. “Dalam ajang lomba semua harus dipelajari dengan detail sesuai dengan isi kitab suci, jadi mereka akan paham dengan tata cara ibadah yang benar," ucapnya lagi.

Dia menjelaskan, Pesparani singkatan dari Pesta Paduan Suara Gerejani, yakni suatu aktivitas seni dan budaya masyarakat Katholik dalam bentuk pagelaran dan lomba music liturgy dengan tujuan mengembangkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan masyarakat Katholik terhadap ibadah/ liturgy gerejani.

Untuk mengembangkan Pesparani, maka dibentuklah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katholik yang selanjutnya disingkat LP3K, adalah lembaga yang dibentuk berdasarkan prakarsa masyarakat Katholik untuk menggali dan mengembangkan seni budaya gerejani.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA ketika meminpin apel pagi, Kamis (1/11) mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi capaian kontingen-kontingen Kepri dalam beberapa ajang lomba.

“Kami sangat apresiasi capaian prestasi beberapa kompetisi. Kepri bisa berbicara banyak, misalnya MTQ Nasional di Medan, Pesparawi di Pontianak, Pesparani di Ambon, KSM di Bengkulu dan sejumlah ajang lainnya kita semua bisa menjadi juara.

Itu membuktikan kita mampu. Secara pribadi dan institusi saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan oleh para peserta yang tergabung dalam kafilah dan kontingen Kepri,” ucap Mukhlisuddin.(SN)