Kominfo Siap Sukseskan Integrasi e-SSH, e-Planning dan e-Budgeting

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Untuk mensukseskan integrasi e-SSH, e-Planning dan e-Budgeting perlu infrastruktur yang memadai, termasuk jaringan internet. Dinas Kominfo Provinsi Kepri siap menambah bandwidth jaringan internet bila integrase diterapkan.

“Untuk ini memang butuh infrastruktur, secara garis besar fokusnya ke pelayanan. Jadi aplikasi apapun tanpa pelayanan pasti gagal. Saya lihat di Pemprov Kepri ini sudah ada FO (fiber optic) lintas gedung. Tinggal pemanfaatan jaringan saja,” ujar ujar Rio Pratana, Ketua Tim dari Sumatera Utara yang menjadi narasumber Trainning of Trainers (TOT), Kamis (1/11).

Saat ini kebutuhan bandwidth di Pemprov Kepri sekitar 550 Mbps. Namun baru dapat disediakan sekitar 250 Mbps. Untuk kebutuhan integrasi e-SSH, e-Planning dan e-Budgeting, Dinas Kominfo Kepri akan menganggarkan penambahan bandwidth.

“Untuk infrastruktur integrasi e-SSH, e-Planning dan e-Budgeting ini Dinas Kominfo sudah mengajukan anggaran untuk penambahan bandwidth. Nanti tergantung pimpinan bagaimana. Sore kemarin sudah kita laporkan kondisinya ke Asisten II, Pak Hasbi. Sekaligus Tim dari Sumut pamit setelah empat hari TOT,” ujar Kadis Kominfo Kepri, Drs. Zulhendri, M.Si, Jumat (2/11).



Dalam kesempatan tersebut juga dilaporkan beberapa hal terkait integrasi. Termasuk opsi pelaksanaan integrasi e-SSH, e-Planning dan e-Budgeting. “Ada dua opsi yang dilaporkan. Yang pertama opsi dilaksanakan pada 2019. Opsi kedua dilaksanakan pada 2020,” tambah Kadis.

Pada laporan tersebut dijabarkan pula kelebihan dan kekurangan masing-masing opsi. “Jadi nanti tergantung pimpinan apakah akan diberlakukan pada 2019 atau 2020. Pada prinsipnya Kominfo siap memfasilitasi,” sebut Kadis.

Yang jelas langkah awal akan segera dibentuk Tim Percepatan Integrasi e-SSH, e-Planning dan e-Budgeting. “Tim kecilnya terdiri dari Biro Pembangunan untuk e-SSH, Bappeda untuk e-Planning, BPKAD untuk e-Budgeting dan Dinas Kominfo untuk jaringan infrastruktur,” tutup Kadis.(cici)