Lingga Terendah Se Kepri Kepesertaan Jaminan Ketenagakerjaan

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Kabupaten Lingga menjadi kabupaten yang jumlah kepesertaan jaminan sosial Ketenagakerjaan terendah se Provinsi Kepri. Hal ini disampaikan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang Rini Suryani di Tanjungpinang, (31/10).

"Dari 7 kabupaten kota Se Kepri,cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kabupaten Lingga baru mencapai 4 persen," ungkap Rini.

Padahal, lanjut Rini masih banyak masyarakat baik itu penerima upah maupun yang bukan penerima upah yang belum terdaftar dan terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

"Untuk itu pihaknya mengharapkan agar Pemerintah kabupaten lingga untuk dapat terus mendorong masyarakat kabupaten lingga untuk dapat menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," tegas Rini.

Sebelumnya, disampaikan Rini cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk di Provinsi Kepri mencapai 36 persen. Yang terdiri dari Tanjungpinang 28 persen, Bintan 31 persen ,Anambas 28 persen, lingga 4 persen, Natuna 10 persen, Batam 46 persen, dan Karimun 17 persen.

Sementara itu, Sekretaris Daerah kabupaten Lingga Juramadi Esram mengatakan bahwa rendahnya kepesertaan Perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja di kabupaten Lingga ini dikarenakan ketidakadanya kantor cabang ataupun Unit Pelayanan Terpadu (UPT) yang menaungi BPJS Ketenagakerjaan di kabupaten Lingga

"Sehingga ketiadaan UPT ini menyulitkan masyarakat untuk mengurus dan membayar iuran serta kepemilikan kartu," tegas Esram.

Selain ketiadaan UPT jaminan sosial ketenagakerjaan ini,Juramadi mengatakan kendala lainnya adalah keberadaan kontraktor-kontraktor atau pekerja yang ada di kabupaten Lingga ini sebagian besar dibawa dari luar Lingga.

"Sehingga sulit didatanya, namun pasti persoalan rendahnya cakupan perlindungan bagi tenaga kerja lingga ini bakal menjadi perhatian kami, dan akan saya sampaikan dengan bupati saat rapat," ungkap Juramadi.

Sehingga kedepannya, cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat lingga ini dapat meningkat.

"Ini juga bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri,jadi tak ada ruginya," tegasJuramadi lagi.(Asikk2)