300 Tapping Box Tanjungpinang Mulai Terpasang

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mulai memasang alat Tapping Box melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Tanjungpinang di sejumlah tempat wajib pajak seperti hotel dan restoran. Pemko Tanjungpinang sendiri menargetkan 300 alat terpasang.

Dilansir Haluan Kepri, penerapan Tapping Box atau alat perekam transaksi di sejumlah Wajib Pajak (WP) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak hotel dan restoran di Kota Tanjungpinang yang bekerja sama dengan Bank Riau Kepri (BRK).

Kedepan pihaknya akan memasang sebanyak 300 alat Tapping Box kepada pelaku usaha di Kota Tanjungpinang, Tapping box pertama dipasang di Hotel CK Tanjungpinang secara simbolis disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma didampingi Plt Kepala BPPRD Kota Tanjungpinang Riany dan pihak hotel.

Diakui Rahma, penerapan sistem pajak online tersebut merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tanjungpinang menjadi smart city. Pemasangan difokuskan kepada seluruh wajib pajak dan bersifat wajib. Oleh sebab itu wajib pajak tidak bisa menolak jika sudah ditetapkan pemerintah.

"Sistem dipasang langsung terkoneksi dengan server yang telah dipasang oleh pemerintah di BPPRD. Jadi, wajib pajak tidak bisa lagi menghindar tidak membayar pajak, atau tidak tranparan. Meski pun alat tapping box dimatikan pegawai pajak akan tahu. Jadi jangan coba-coba mematikan atau tidak transparan," tegas Rahma.

Selain itu, lanjut Rahma, penerapan Tapping Box tersebut juga merupakan bagian untuk meningkatkan pendapatan daerah demi sejahteraan measyarakat. Ia berharap semua pelaku usaha menggunakan tapping box.

Sedangkan jumlah alat tapping box tersedia dan peralatan tapping box itu gratis. "Jadi, bagi wajib pajak yang bandel sudah dipasanag tapping box, tapi tidak dimanfaatkan akan diberikan sanksi. Sanksinya bisa pencabutan izin. Kita imbau semua wajib pajak melakukan self assessment dengan sebaik-baiknya. Kita optimalkan pajak daerah untuk pembangunan Kota Tanjungpinang," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPPRD Kota Tanjungpinang Riany juga menyampaikan pihaknya telah memasang Tapping Box di Hotel CK Tanjungpinang, Karaoke KTV Inul Vista, Rumah Makan Bakar-Bakar, Rumah Padang Sederhana (Tepi Laut), Sop Ikan Aulia.

"Kami pasang Tapping Box ini sejatinya tidak merugikan pengusaha. Namun sama-sama menguntungkan dami pembangunan daerah. Pemasangan Tapping Box bukan di daerah kita saja. Jadi kita tidak ada alasan bagi pengusaha untuk menolaknya," terang Riany.

Selain itu, Riany juga mengimbau kepada para pengusaha dan wajib pajak agar berhati-hati atas penawaran pihak tertentu atau oknum yang mengaku-ngaku dari pegawai pajak untuk menjual alat Tapping Box. Ditegasnya bagi pegawai BPPRD yang coba-coba bermain pajak, ia tak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas.

"Kita imbau ke pengusaha, kalau ada yang meminta-minta uang untuk pemasangan Tapping Box ini, itu tidak benar. Pemasangan ini dilakukan secara bertahap akan terus melakukan pemasangan Tapping Box secara gratis. Sistemnya setelah terpasangan langsung tercatat, semua transsaksi akan terekam dan biaya yang harus dibayar oleh pengusaha sudah tercatat otomatis," jelasnya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan PAD dan ini tidak mengambil untung dari pengusaha, namun ini sudah menjadi hak pemerintah. Serta tentunya guna mensejahterakan masyarakat Kota Tanjungpinang. "Sebagai contoh, orang yang menginap di hotel akan otomotais terkena pajak saat melakukan pembayaran, pihak hotel tidak akan ada kerugian, begitu juga dengan restoran," ujarnya lagi.

Kemudian, lanjutnya sistem tersebut juga terkoneksi dengan tim yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Transparansi langsung diawasi oleh KPK. "Nanti dalam satu pekan ini ada tim yang turun langsung untuk mengawasi, bisa saja tim itu dari KPK atau pihak penegak hukum lainnya," pungkasnya.(SN)