Kecamatan Tebing Wujudkan Kota Layak Anak

KARIMUN,DISKOMINFO - Unsur pimpinan Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun berupaya mewujudkan daerahnya sebagai Kota Layak Anak (KLA). Untuk mencapai tujuan tersebut, seluruh unsur pimpinan kecamatan melaksanakan kegiatan koordinasi penilaian Kota Layak Anak dalam upaya penilaian Kabupaten Layak Anak.

Dilansir Haluan Kepri, kegiatan itu juga untuk peningkatan program pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Karimun dengan berlandaskan prinsip- prinsip yang non diskriminasi, kepentingan yang terbaik bagi anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup, perkembangan dan penghargaan terhadap pendapat anak melalui perencanaan dan pengembangan Kecamatan Layak Anak.

Lebih lanjut, Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Badan Keluarga Berencana Daerah, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (BKBD PPPA) Kabupaten Karimun Hairita mengatakan, setiap anak memiliki hak untuk tempat tinggal, anak juga berhak atas kehidupan untuk pengembangan fisik, mental, spritual, dan moral.

"Untuk itu, orang tua bertanggung jawab mengupayakan kondisi kehidupan yang diperlukan untuk mengembangkan anak sesuai dengan kemampuan. Kondisi seperti ini sangat berbeda yang dialami oleh anak jalanan yang tidak mempunyai tempat tinggal dan terputus dengan orang tua," ungkap Hairita, Senin (29/10).

Hairita menyebut, anak juga mempunyai hak untuk mendapatkan keleluasaan pribadi, tempat tinggal padat dan tumpang tindih di kota menjadikan anak merasa terganggu keleluasaan pribadinya. Kondisi seperti ini, banyak dialami oleh anak-anak yang berasal dari keluarga miskin di kota.

"Sehingga dampaknya adalah perasaan tertekan dan ketegangan pada diri anak. Keadaan ini dapat kurangi bila orang tua peduli terhadap keluarganya. Perumahan padat dapat menjadi salah satu faktor dalam perlakuan buruk terhadap anak atau kekejaman dan perlakuan salah secara seksual," tuturnya.

Menurut Hariata, jika dikaji lebih dalam maka hak anak sangat banyak sekali, termasuk juga mempunyai hak untuk mendapatkan rasa aman, keamanan fisik dan psikososial merupakan hal penting bagi anak yang ada di kota. Lemahnya penegakan hukum, meluasnya kekejaman dan kejahatan mempunyai dampak yang kuat terhadap anak dan remaja.

Dikatakan, untuk mewujudkan KLA, bukanlah hal yang mudah dan juga bukan sesuatu yang sulit. Akan tetapi, ada semacam suatu pra-syarat untuk mencapainya. diantara, adanya kemauan dan komitmen para pimpinan daerah.

Sementara, Kapolsek Tebing AKP Budi Hartono dalam kesempatan itu mengatakan, perkembangan kasus kekerasan anak dari kacamata hukum yang ditangani Polsek Tebing cukup tinggi. Pada 2018 ini, Polsek Tebing telah menerima laporan sebanyak 4 kasus kekerasan seksual yang dialami anak dibawah umur dan saat ini masih dalam proses.

"Saya cuma berharap dan mengajak kepada seluruh masyarakat khsusnya di Kecamatan Tebing, baik Pak Lurah, RT, RW, tokoh masyarakat bahkan org tuanya untuk melaporkan jika ada indikasi anaknya atau anak di sekitarnya yang menjadi korban kekerasan agar cepat di atasi sedini mungkin sebelum anak menjadi depresi," ungkap Budi.

Dijelaskan, bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan ditangani di Polsek Tebing, saat ini pihaknya sudah menyediakan fasilitas tempat bermain anak, begitu juga tempat ibadah. Ke depan, pihaknya akan membuat ruang ASI khusus dan taman baca pojok khusus untuk mendukung KLA ini.(SN)