Puskesmas Lingga Gelar Penyuluhan Penyalahgunaan Napza

LINGGA,DISKOMINFO - Dewasa ini, peredaran Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) telah merambah hingga ke pelosok daerah tak terkecuali daerah kepulauan dengan sasaran pengguna yakni para remaja yang kisaran berumur 19 tahun. Kondisi ini disikapi petugas Puskesmas di Desa Lanjut dengan menggelar penyuluhan bahaya penyalahgunaan Napza di ruang serbanguna Kantor Desa Sedamai Lingga, Sabtu (27/10).

Dilansir Batam Pos, fakta menyatakan sebanyak 2 juta remaja di seluruh Indonesia terindikasi melakukan penyalahgunaan Napza, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk melakukan pencegahan perilaku buruk ini terhadap seluruh anak remaja yang ada di Kabupaten Bunda Tanah Melayu.

Untuk itu, Puskesmas Lanjut didampingi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Lingga membentuk tim dengan melaksanakan penyuluhan terkait larangan dan bahaya penyalahgunaan Napza khsusunya di wilayah Kecamatan Singkep Pesisir.

Menurut Kasi Promosi Kesehatan DKPPKB Juni Fitria, penyuluhan ini salah satu tindakan nyata Dinas Kesehatan untuk melindungi atau memberikan benteng terhadap anak usia remaja untuk tidak terjerumus dalam aktifitas penyalahgunaan Napza. “Kalau terus menerus diberikan pengertian dan pemahaman Tentunya usia remaja ini sangat baik menerima masukan dan menjadi temeng bagi mereka terhadap penyalahgunaan Napza,” ujar Juni.

Lebih lanjut, Juni mengatakan masa remaja adalah salah satu fase saat diri lebih rentan terpengaruh dari berbagai aspek yang ada dan ditemui sehari-hari seperti aspek lingkungan dan kawan. Selain itu, sambung Juni rasa ingin tahu dan ingin mencoba setiap remaja sangat kuat sehingga sejak saat ini seharusnya mereka diberikan bekal dan pengetahuan yang bagus terhadap segala sesuatu yang dapat merusak mereka.

Sesuai dengan sasaran penyuluhan yang dilakukan, Puskesmas Lanjut mengundang koordinator Wilayah pendidikan Singkep Pesisir, kepala sekolah se-wilayah Singkep Pesisir, tokoh Pemuda Kecamatan Singkep Pesisir, guru UKS SMP dan SMA dan sejumlah siswa yang turut menjadi objek dalam penyuluhan kali ini.

Dari kegiatan ini, Juni mengharapkan kepada seluruh peserta yang hadir khsusunya siswa, untuk menularkan apa saja yang mereka dapat dalam penyuluhan ini kepada seluruh teman dan keluarga yang mereka sayangi sehingga dapat benar-benar terhindar dari penyalahgunaan Napza. “Kalau dapat menyelamatkan diri sendiri lebih baik lagi dapat mengajak kelaurga dan teman agar tidak terlibat bahaya penyalahgunaan Napza,” ujar Juni.(SN)