Jumlah Pemilih Pada Pemilu di Kepri Meningkat

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau memastikan jumlah pemilih pada Pemilu 27 April 2018 2019 di wilayah tersebut meningkat dibanding Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang disahkan pada September 2018.

Komisioner KPU Kepri Arison, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, peningkatan jumlah pemilih setelah dilakukan perbaikan terhadap data pemilih baik pada tahap pertama maupun tahap kedua yang berakhir 28 Oktober 2018.

Tren peningkatan jumlah pemilih, kata dia  sudah terlihat dari perbaikan data pemilih  tahap awal, yang ditemukan 1.300 orang warga memenuhi persyaratan, namun belum masuk DPT.

Penyebab warga yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih tetapi belum terdata antara lain belum kuatnya data administrasi kependudukan. Contohnya, mahasiswa yang kuliah di berbagai wilayah, ternyata belum terdata meski sudah kembali ke Kepri.

"Ada juga warga Kepri yang bekerja keluar negeri, kemudian kembali lagi ke Kepri," ujarnya.

"DPT Kepri sebanyak 1,275 juta orang, sementara berdasarkan hasil perbaikan awal sudah bertambah sebanyak 1.300 orang pemilih. Jumlah pemilih dipastikan akan semakin meningkat," ujarnya.

Arison yakin DPT Kepri yakin sudah bersih dari kesalahan, meski masih banyak warga yang belum terdata berdasarkan informasi dari Dirjen Administrasi Kependudukan Kemendagri. Perbaikan data pemilih sendiri didorong oleh temuan pihak Kemendagri.

"Kami melakukan penyisiran. Kemudian kami juga membangun posko pengaduan pemilih," ucapnya.

Ia mengemukakan perubahan jumlah pemilih potensial terbanyak terjadi di Batam, dibanding kabupaten dan kota lainnya di Kepri. Hal itu disebabkan mobilitas penduduk di Batam cukup tinggi.

Data dari Kemendagri juga menunjukkan warga yang meninggal dunia ternyata masih terdata sebagai pemilih. Hal itu disebabkan orang yang sudah meninggal dunia masih masuk dalam kartu keluarga.

"Ada juga yang pindah tempat tinggal tetapi masih terdata," ucapnya.

Saat ini, kata dia rapat pleno berjenjang mulai dilaksanakan. Rapat pleno dilaksanakan mulai dari Panitia Pemungutan Suara (tingkat kelurahan).

"Rapat pleno tingkat provinsi dilaksanakan pada 10-11 November 2018," katanya.(asikk1)