The Internasional Right To Know Day Demi Layanan Informasi Publik Yang Lebih Baik

Tanjungpinang,- Diskominfo. Internasional Right To Know Day atau lebih dikenal dengan Hari Hak Untuk Tahu merupakan hari yang dirayakan secara internasional oleh 40 negara yang telah memiliki Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap 28 September seluruh masyarakat dunia memperingati hari ini. Gagasan dari perayaan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mereka memilik hak dan kebebasan dalam mengakses informasi publik.

Sejak Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik No 14 Tahun 2008 disahkan di Indonesia , kesadaran publik akan haknya untuk mendapatkan informasi semakin besar. Keterbukaan informasi merupakan momentum bagi badan publik, membuka diri dengan menjalankan kewajiban untuk memberikan informasi publik. Dan bagi masyarakat sendiri peringatan ini menjadi kesempatan baik menggunakan hak untuk mengetahui informasi dari badan publik yang akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup.

Memperingati Hari Hak Untuk Tahu tahun ini Dinas Komunikasi & Informatika Provinsi Kepulauan Riau dan Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Riau menggelar acara Lomba Karya Jurnalistik Transparasi Dalam Rangka Hari Untuk Tahu dengan tema “Keterbukaan Informasi Publik Menjamin Kualitas Pelayanan Yang Lebih Baik”. Kasi Pengembangan Ekosistem E-Gov Dinas Komunikasi & Informatika Prov Kepri, Apri Saut H. Siahaan ST saat ditemui dikantor Diskominfo Prov Kepri. Senin (16/10) mengatakan untuk memunculkan kesadaran kolektif dan global terkait individu dalam mengakses informasi pemerintahan dan mengembangkannya bahwa akses terhadap informasi adalah hak asasi manusia.

“Hak atas informasi yang terbuka menjadi pembuka jalan bagi terjaminnya pelaksanaan hak-hak asasi lainnya . Memperoleh Informasi dijamin oleh konstitusi, sesuai dengan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur hak setiap orang untuk memperoleh dan menyampaikan informasi.” Tutur Saut

Saut menambahkan Dinas Komunikasi & Informatika Prov Kepri terus melakukan upaya pelatihan pelayanan akses informasi, dan tahun ini akan selesai memberikan pelatihan pelayanan akses informasi publik.

“Kami sedang berupaya melakukan percepatan pembentukan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) pusat maupun PPID pembantu disetiap OPD sehingga pelayanan akses informasi publik bisa semakin lebih baik, sehingga pemerintahan berbasis e-gov di Prov Kepri bisa berjalan baik.” Tambah Saut.(Windha)