Sekda : Multiplier Effect Jembatan Babin Luar Biasa

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Jembatan penghubung Batam dengan Bintan direncanakan akan mulai dikerjakan pada 2019 mendatang. Jembatan yang membutuhkan anggaran lebih dari Rp 3 triliun tersebut akan dikerjakan melalui ABPN tahun 2019.

“Babin sudah masuk Renjanas. Kemaren Menteri PU sudah hadir. Kita memang berharap 2019 sudah mulai. Kemarin ada pembetulan pagu dari Rp 7 triliun menjadi Rp 3 triliun koma sekian, saya tidak hafal angka pastinya,” ujar Sekda Kepri, H.T.S Arif Fadillah, M.Si, Jumat (26/10).

Pengurangan pagu lebih dari Rp 3 triliun tersebut karena ada pengurangan jarak yang menjadi lebih dekat. Disamping itu setelah dilakukan survey oleh Kementerian PU, terdapat lokasi yang rentangnya lebih dekat dengan pulau sehingga menjadi lebih dangkal.

“Biasanya yang mahal itu karena dalam dan jaraknya jauh. Setelah disurvey jadi lebih dekat,” terang Sekda. Jembatan Batam-Bintan tersebut akan berjarak sekitar 11 kilometer. Ia yakin dengan pembangunan jembatan tersebut akan memberikan multiplier effect atau efek pengganda.

Sekda berharap dengan adanya jembatan tersebut, para pekerja di Batam dapat menetap di Pulau Bintan. “Karena kebijakan Pemprov biar Batam jadi sektor industry dan jasa, masyarakat bisa tinggal di Bintan. Karena masalah lahan di bintan bisa jadi hak milik. Bintan jadi daerah penopang. Seperti masyakarat tinggal di Johor, kerja di Singapura,” jelas Sekda.

Disamping itu dengan adanya jembatan arus barang dari Batam ke Pulau Bintan juga akan lebih cepat dan mudah. Akan berdampak pada harga tidak hanya kebutuhan pokok, juga kebutuhan sekunder dan tersier.

Diharapkan pula pengerjaan jembatan tersebut dapat membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat di Kepri. “Apapapun kegiatan pemerintah prioritas putra daerah. Komitmen menteri PU sudah nampak. Menteri sudah turun. Mudah-mudahan Allah beri kemudahan,” tutup Sekda.(SN)