KPU Karimun Akomodir Pemilih Pemula Kalangan Pelajar

KARIMUN,DISKOMINFO - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengakomodir pemilih pemula dari kalangan pelajar untuk dicatat sebagai pemilih pada Pemilu 17 April 2019. "Yang kita akomodir pemilih pemula yang belum punya KTP-el tapi sudah melakukan perekaman data," kata Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko di Tanjung Balai Karimun, Kamis (24/10).

Dilansir Antara, Eko Purwandoko mengatakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karimun sedang berkeliling atau "roadshow" ke seluruh SMA untuk merekam data pelajar SMA yang telah berusia 17 tahun atau telah berusia 17 tahun pada tahun depan. Menurut dia, Disdukcapil telah merekam data sebanyak sekitar 2.000 pemilih pemula dari kalangan pelajar SMA sederajat untuk keperluan pembuatan KTP-el.

"Dengan perekaman data itu, maka kita bisa mengakomodir para pemilih pemula untuk dicatat dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP-2) yang mulai dihimpun di tingkat Panitia Pemungut Suara (PPS) di setiap kelurahan dan desa.

Eko menjelaskan DPTHP-2 di tingkat Kabupaten akan ditetapkan pada 11 November 2018, sehingga ada waktu untuk menjaring pemilih pemula sehingga tidak kehilangan hak pilihnya pada pemilu legislatif dan pemilu presiden pada 2019. Penjaringan pemilih yang dicatat dalam DPTHP-2, kata Eko, merupakan bagian dari Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang digelar 1-28 Oktober melalui posko-posko yang didirikan di seluruh sekretariat PPS dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Eko berharap pencanangan GMHP bisa memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019. "Salah satu indikator pemilu berkualitas itu, tingginya partisipasi pemilih. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar mengecek atau mendaftar sebagai pemilih melalui posko-posko yang telah kita sediakan," katanya.

Lebih lanjut, Kepala Disdukcapil Karimun Muhammad Tahar mengatakan pihaknya menargetkan perekaman data pemilih pemula sudah selesai pada akhir tahun. Tahar membenarkan pihaknya sudah melakukan perekaman data sekitar 2.000 pelajar SMA, 500 di antaranya genap berusia 17 tahun dan pencetakan KTP-nya bisa langsung dicetak. "Blangko KTP kita cukup, dan kita prioritaskan untuk pemilih pemula dan warga yang sama sekali belum melakukan perekaman data," ujarnya.(SN)