Bupati Karimun Resmikan Bursa Inovasi Desa

KARIMUN,DISKOMINFO - Bupati Karimun DR H Aunur Rafiq menegaskan bahwa dana desa (DD) yang dikucurkan pemerintah pusat bukan hanya sebatas untuk membangun jalan rabat beton saja. Pemerintah desa, menurut dia, harus bisa mengelola dana yang ada agar lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya.

Hal tersebut disampaikan Aunur Rafiq saat membuka Bursa Inovasi Desa Kabupaten Karimun 2018 yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Karimun bersama Tim Program Inovasi Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia  di Halaman Rumah Dinas Bupati Karimun,  Kamis (25/10).

"Bursa inovasi desa ini merupakan sesuatu hal yang baru digagas, apabila merujuk pada peraturan menteri, itu baru berlaku pada tahun 2018. Sehingga ini merupakan sebuah program yang lahir dari evaluasi berjalannya program dana desa selama ini," ujar Aunur Rafiq.

Dilansir Haluan Kepri, Aunur Rafiq  menjelaskan pihaknya menyadari bahwa di lapangan masih ditemukan adanya kebingungan terkait dalam pengelolaan dana desa untuk pengembangan pemberdayaan masyarakat maupun pembangunan ekonomi masyarakat itu sendiri. Sejauh ini, program yang dijalankan masih bersifat monoton atau itu-itu saja.

"Penggunaan dana desa selama ini bukan hanya untuk membangun infrastruktur saja tetapi bagimana orientasi dalam pengelolaan dana tersebut belum dilakukan secara terintegrasi dan komprehensif," jelasnya.

Oleh karena itu, sambung Aunur Rafiq, apa yang digagas oleh Kementerian Desa ini merupakan sesuatu yang penting untuk diikuti dan dilaksanakan. Dia berharap, program yang mengarah pada model pendampingan tersebut bisa melakukan analisa masalah dan langsung pada menemukan solusi bersama untuk menyelesaikan masalah itu.

Dari 42 desa yang ada di Kabupaten Karimun, saat ini baru sedikit saja desa yang sudah menunjukkan hasilnya dalam inovasi mengelola dana desa tersebut. "Hal ini terlihat dari keseriusan pemerintah desa, mulai dari kepala desa hingga perangkatnya yang berupaya untuk melakukan inovasi. Terlepas dari berhasil atau tidaknya ya," ungkapnya.

Rafiq berharap, dengan adanya kegiatan Bursa Inovasi Desa tersebut, seluruh permasalahan yang ada di tingkat desa bisa diselesaikan. Selain itu, dia juga berharap, dengan adanya program tersebut, berbagai inovasi dan program tingkat desa bisa dimunculkan, sehingga kemudian bisa berimbas pada kesejahteraan masyarakat.

"Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam ruang lingkup Kabupaten. Bursa Inovasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari model Pengelolaan Inovasi di tingkat Kabupaten," ungkap Aunur Rafiq.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Karimun, Suwedi saat pelaksanaan BID yang diikuti 42 Kepala Desa di Kabupaten Karimun mengatakan, melalui BID itu, juga diharapkan akan adanya inisiatif dan alternatif bagi Pemdes dalam rencana pembangunan yang menitikberatkan dari dana DD. "Tujuan kegiatan ini adalah menjual kreasi dan inovasi yang sudah dilakukan oleh desa lainnya di Indonesia, yang mana bisa dicontoh ke dalam wilayah kita, sesuai potensi masing-masing yang dimiliki desa," terang Suwedi.

Dijelaskan Suwedi, dari kegiatan ini peserta Kades bakal menerima petunjuk terkait inovasi apa saja yang bisa dilakukan di desanya masing masing. Di antaranya beberapa point menu bursa inovasi yang bisa dilakukan meliputi bidang infrastruktur, bidang sumber daya manusia, bidang kewirausahaan.(SN)