33 Kendaraan Hias Ramaikan Pawai Hari Otonom

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Jangan lupa untuk mengosongkan jadwal pada Sabtu (27/10) mendatang. Pasalnya 33 kendaraan hias bakal melintasi Kota Tanjungpinang, untuk meramaikan Peringatan Hari Otonom Kota Tanjungpinang. Tak hanya kendaraan hias, juga akan digelar Pawai Budaya.

“Nanti ada pawai budaya dengan berjalan kaki. Itu diikuti oleh sekolah-sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK hingga kecamatan. Pendaftarannya itu di Dinas Pendidikan,” ujar Safaruddin, Kepala Bidang (Kabid) Adat Tradisi, Nilai Budaya dan Kesenian, Kamis (25/10).

Pawai budaya dengan berjalan kaki tersebut juga dapat diikuti oleh paguyuban yang ada di Tanjungpinang. Namun paguyuban harus ikut dalam barisan kecamatan. Untuk pawai budaya akan dilakukan dengan berjalan kaki, dimulai dari Anjung Cahaya menuju kearah Gedung Gonggong.

Disana setiap barisan peserta akan diberi kesempatan selama dua menit, untuk menampilkan atraksi dan membacakan sinopsis barisan. “Nanti akan diperlombakan. Dinilai berdasarkan keberagaman dalam barisan, kreatifitas ketertiban barisan, serta atraksi yang ditampilkan,” tambah Safaruddin.

Disamping itu juga digelar pawai kendaraan hias. Hingga saat ini 33 OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemko Tanjungpinang telah mendaftar untuk ikut meramaikan.

“Untuk peserta pawai kendaraan hias bisa mendaftar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang. Sampai pelaksanaan hari H tetap kami buka pendaftaran. Karena nomor urut dibagikan saat pelaksanaan sesuai kendaraan yang hadir,” sebut Safaruddin.

Pawai kendaraan hias akan dimulai dari Terminal Sei Carang, Bintan Center. Dilanjutkan ke jalan D.I Panjaitan kemudian kea rah Mapolres Tanjungpinang hingga ke jalan Basuki Rachmat. Dari sana langsung ke jalan Wiratno menuju Batu Hitam.

“Nanti kendaraan hias akan berkumpul di Lantamal, bergabung dengan pawai budaya yang mengantri dari Anjung Cahaya hingga Lapangan Sulaiman Abdullah,” jelas Safaruddin.

Kendaraan hias ini juga akan diperlombakan. Penilaian meliputi keterkaitan kendaraan hias dengan tema ‘Kebudayaan dan Etos Kerja.’ Kreatifitas pada kendaraan hias juga dinilai. Termasuk atraksi selama pawai.

Acara akan dimulai pada pukul 07.30. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan di kawasan Laman Bunda agar datang lebih pagi. “Sejumlah ruas jalan akan ditutup termasuk Batu Hitam dan Teluk Keriting yang menjadi rute pawai. Masyarakat bisa lewat Rumah Sakit dan turun ke Gedung Daerah lalu parkir di Mamak Den lama atau di sekitar pasar,” Safaruddin mengingatkan.(tiwi)